Kamis , 12 Oktober 2017, 22:09 WIB

Konsumsi Listrik PLN Jawa-Bali Meningkat

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Andi Nur Aminah
Antara/Muhammad Adimaja
Petugas memeriksa alat Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di kantor Pembangkit Jawa Bali, Jakarta, Selasa (9/8).
Petugas memeriksa alat Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di kantor Pembangkit Jawa Bali, Jakarta, Selasa (9/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Satuan Komunikasi Korporat I PLN Made Suprateka mengungkapkan beban puncak sistem listrik Jawa-Bali mencapai rekor terbarunya. Made mengatakan rekor tersebut terjadi sejak Rabu (11/10) pada pukul 18.00 WIB.

Dia menjelaskan rekor beban puncak listrik di Jawa-Bali hanya berjarak lima hari saja dari rekor sebelumnya. Pada 6 Oktober 2017, konsumsi listrik PLN Jawa-Bali mencapi yakni 25.414 mega watt (MW).

Suprateka menyatakan bahwa naiknya beban puncak tersebut mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi listrik pelanggan PLN. "Ini pertanda baik. Ketersediaan listrik yang dipasok PLN mampu diserap dengan baik dan terus bertambah dari hari ke hari oleh pelanggan PLN," kata Made, Kamis (12/10).

Lebih lanjut Made menjelaskan, indikasi tumbuhnya konsumsi listrik juga dapat terlihat pada beban puncak pemakain pada waktu siang hari. Pada tanggal yang sama yaitu 11 Oktober 2017 beban puncak penggunaan listrik pada siang hari juga mencetak rekor baru sebesar 24.904 MW. Sementara beban puncak siang sebelumnya terjadi tanggal 6 Oktober pukul 14.00 WIB sebesar 24.760 MW.

"Saat ini, daya mampu sistem Jawa-Bali memang sudah surplus," tutur Made. Meski begitu, ia memastikan PLN terus berupaya memenuhi kebutuhan pasokan listrik ke depan dengan membangun pembangkit, jaringan transmisi, dan gardu induk.