Sabtu , 07 October 2017, 05:50 WIB

Begini Inovasi Baru Tes Darah dengan Gelombang Suara

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Winda Destiana Putri
Sciencealert
Tes darah. Ilustrasi
Tes darah. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Gelombang suara dan tes darah mungkin terdengar sebagai dua hal yang sangat berbeda satu sama lain. Akan tetapi, tim peneliti gabungan internasional berhasil mengembangkan satu inovasi yang 'menyatukan' tes darah dengan gelombang suara.

Melalui jurnal PNAS, tim peneliti mengungkapkan bahwa mereka dapat melakukan tes darah dengan memanfaatkan gelombang suara. Metode ini bekerja dengan menyasar eksosom yang diisolasi dari darah.

Eksosom merupakan sekumpulan fragmen kecil yang dilepaskan oleh sel untuk membawa pesan ke seluruh tubuh. Salah satu pesan tersebut adalah informasi terkait penyakit. Dengan 'menangkap' fragmen kecil ini, ada banyak informasi terkait kesehatan tubuh yang dapat diketahui.

"Eksosom-eksosom ini sering berisi molekul spesifik yang merupakan tanda dari suatu kelainan tertentu," jelas salah satu peneliti dari Massachusets Institute of Technology, Ming Dao, seperti dilansir Science Alert.

Tim peneliti menilai metode tes darah melalui gelombang suara ini cenderung lebih sederhana dan mudah untuk dilakukan. Peralatan yang digunakan pun lebih ringkas dan mudah dibawa atau dipindahkan.

Keunggulan lain dari metode tes darah baru ini adalah risiko kerusakan sampel darah yang lebih rendah. Metode tes yang ada saat ini, seperti ultracentrifuges ataupun chemical tags memiliki risiko merusak sampel darah selama proses tes darah berlangsung. Tim peneliti mengatakan risiko kerusakan ini tak akan terjadi pada metode tes darah melalui gelombang suara.

"Gelombang suara akustik jauh lebih lembut. Partikel-partikel hanya akan mengalami tekanan selama satu detik atau kurang saat partikel (eksosom) sedang dipisahkan," sambung Dao.

Sejauh ini, eksosom diketahui dapat memberikan tanda terkait penyakit kanker, ginjal maupun penyakit neurodegeneratif. Adanya alat yang mampu mengambil eksosom dari darah dengan cepat dianggap sangat menguntungkan. Terlebih, alat yang dikembangkan oleh tim peneliti gabungan internasional ini bersifat mudah dibawa ke mana saja.

Di satu sisi, metode ini memiliki akurasi yang baik dengan tingkat invasif yang lebih rendah dibandingkan biopsi. Di samping itu, teknologi baru ini juga dirancang untuk bisa mengekstraksi eksosom berkualitas baik sesederhana mungkin dalam waktu singkat.

"Sesederhana menekan tombol dan mendapatkan sampel yang diinginkan hanya dalam 10 menit," ujar peneliti lain dari Duke University Tony Jun Huang.

Sejauh ini, tim peneliti berhasil memproses 100 mikroliter sampel darah kurang dari 25 menit. Ke depan, metode baru ini juga diharapkan dapat membantu dokter untuk menganalisa kondisi organ yang sulit dijangkau seperti plasenta selama masa kehamilan.