Jumat , 13 October 2017, 15:48 WIB

50 Ton Sampah Diangkut dari Pantai Padang

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini
Republika/Sapto Andika Candra
Banjir yang melanda Kota Padang pada Sabtu (9/9) kemarin menyisakan tumpukan sampah di sepanjang pantai.
Banjir yang melanda Kota Padang pada Sabtu (9/9) kemarin menyisakan tumpukan sampah di sepanjang pantai.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pemerintah Kota Padang terus membersihkan Pantai Muaro Lasak dan Pantai Padang pada Jumat (13/10) ini. Langkah ini dilakukan setelah sejak Senin (9/10) lalu sampah yang hanyut dari Kota Padang terdampar di sepanjang Pantai Padang hingga Muaro.

Pemandangan sampah yang menumpuk di bibir Pantai Padang, menurut pengakuan warga, merupakan masalah klasik yang terjadi setiap hujan deras disertai banjir melanda Padang. Wakil Wali Kota Padang Emzalmi mengungkapkan, hingga saat ini sudah 50 ton sampah yang dibersihkan. Pembersihan dilakukan dengan mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan sebagian kecil lagi ditimbun.

Pemkot, kata Emzalmi, bekerja sama dengan PT Hutama Karya untuk melakukan pembersihan dengan alat berat. Emzalmi mengatakan ada lima sungai besar di Kota Padang yang membutuhkan penahan sampah agar bisa menahan pergerakan sampah.

"Kita membutuhkan jaring besar yang berfungsi sebagai penghambat sampah sehingga kita dapat mengumpulkan sampah yang hanyut dari hulu," ujar Emzalmi, di Padang, Jumat (13/10).

Emzalmi mengimbau agar masyarakat Kota Padang tetap menjaga budaya hidup bersih dan tidak membuang sampah ke sungai. "Di samping penumpukan sampah di pantai, membuang sampah ke sungai juga menyumbat aliran air yang berakibat terjadinya banjir," kata dia.