Jumat , 13 Oktober 2017, 16:24 WIB

Disdik Sukabumi: Tarung Gladiator Siswa SMP Kasus Luar Biasa

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Endro Yuwanto
youtube.com
Pelajar berkelahi
Pelajar berkelahi

REPUBLIKA.CO.ID,  SUKABUMI -- Kasus pertarungan ala gladiator yang dilakukan pelajar SMP di Kota Sukabumi terus mendapatkan sorotan. Pasalnya, pertarungan yang membahayakan keselamatan itu dilakukan para pelajar yang seharusya lebih mementingkan belajar di sekolah.

Pertarungan ala gladiator ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat setelah video pertarungan satu lawan satu antara pelajar SMP 6 Kota Sukabumi dan SMP Muhammadiyah beredar di media sosial (medsos) dalam beberapa hari terakhir.

"Kejadian ini luar biasa bukan hal biasa karena berada di lingkungan pendidikan," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi Dudi Fathul Jawad kepada wartawan Jumat (13/12).

Hal ini disampaikan Dudi selepas memenuhi undangan DPRD Kota Sukabumi terkait kasus pertarungan gladiator pelajar SMP. Oleh karena itu, lanjut dia, selaku penanggung jawab disdik akan menanangani dengan serius kasus ini.

Salah satunya, kata Dudi, dengan mendorong proses hukum yang saat ini tengah dilakukan Polres Sukabumi Kota. Para pelajar yang terlibat dalam kasus pertarungan ini telah diperiksa oleh aparat kepolisian pada Kamis (12/10). Penyelidikan ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara menekan munculnya kasus serupa.

Dudi menuturkan, ke depan disidk menilai perlu ada langkah lanjutan menangani kasus tersebut. Pada Senin (16/10) disdik akan mengirim surat ke kepala sekolah sebagai peringatan agar mengawasi anak didiknya masing-masing.

Menurut Dudi, tim antitawuran di sekolah dalam hal ini pembina kesiswaan akan lebih dioptimalkan perannya. Meskipun, kata dia, kasus pertarungan gladiator ini bukan disebut tawuran karena pertarungan satu lawan satu seperti di ring tinju.

Dudi menambahkan, disdik hingga kini masih menunggu penjelasan penyebab para pelajar melakukan pertarungan tersebut. Namun ia memastikan para pelajar dalam video tersebut adalah benar pelajar SMP 6 Sukabumi dan SMP Muhammadiyah Sukabumi. Hal ini didasarkan pengakuan dari masing-masing kepala sekolah.