Sabtu , 14 Oktober 2017, 15:06 WIB

Djarot: Masuk Gratis Ancol untuk Pemegang KJP

Rep: Ali Yusuf/ Red: Elba Damhuri
Republika/Mahmud Muhyidin
 Sejumlah pengunjung memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Kamis (21/9).
Sejumlah pengunjung memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Kamis (21/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana masuk Pantai Ancol di Jakarta Utara gratis mulai tanggal 14 Oktober 2017 dipastikan belum bisa diberlakukan. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pihaknya memfokuskan diri kepada penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dulu yang bisa masuk Ancol tanpa bayar. Penerima KJP selama ini diberikan bagi warga miskin atau tak mampu.

"Sementara, diprioritaskan dulu KJP. Penerima KJP," ucap Djarot di Kompleks Maritim, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (13/10).

Djarot menyatakan, nantinya dibangun terlebih dahulu sistem dan bentuk kerja sama antara PT Pembangunan Jaya Ancol dan Bank DKI. Hal itu berhubungan dengan sistem masuk Ancol yang bisa menggunakan kartu keluaran Bank DKI.

Dengan begitu, pemegang KJP hanya perlu menempelkan kartu di pintu masuk untuk bisa menikmati suasana alam di Ancol tanpa dipungut biaya. "Sistemnya dulu kita bangun, sambil kerja sama dengan Bank DKI. Karena, kalau masuk Ancol  harus tapping," ujar Djarot.

Selain itu, Djarot juga memerintahkan manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol agar ke depannya sistem pembayaran menggunakan nontunai. Sehingga, perlu adanya kesiapan sistem untuk pembangunan infrastruktur terlebih dahulu.

Tetapi, ia memastikan, sangat sulit bagi pengelola untuk menggratiskan semua masyarakat agar bisa masuk secara gratis. "Kalau semuanya gratis masuk Ancol, dampaknya bisa seperti lautan manusia," ujar Djarot.

Dia melanjutkan, pihak pengelola masih mengkaji secara mendalam dan merumuskan sistem yang akan dipakai jika penggratisan diberlakukan. Karena itu, pihaknya tidak bisa memaksa manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol untuk segera membebaskan biaya tiket jika kajian belum selesai.

"Dirut Pembangunan Jaya Ancol (Paul Tehusijarana) menyampaikan kemungkinam belum siap karena sistem harus kita buat," kata Djarot.

Pada Kamis (12/10) Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol Paul Tehusijarana menyatakan, pembebasan biaya masuk Ancol dibatalkan karena akan mengurangi pemasukan secara signifikan. PT Pembangunan Jaya Ancol merupakan perusahaan publik yang sahamnya sebesar 72 persen dimiliki Pemprov DKI, sebanyak 18 persen dikuasai PT Pembangunan Jaya, dan sisanya dimiliki publik.

Paul menyatakan, diperlukan kajian mendalam untuk mengantisipasi masalah keuangan perusahaan, sebelum sistem penggratisan masuk Ancol diterapkan. "Tarif parkir progresif tidak mungkin untuk menutup biaya yang dikeluarkan oleh Ancol," ucap Paul.

Selain persoalan keuangan, menurut Paul, perlu juga diantisipasi aspek hukum terkait pembebasan tiket masuk Ancol. Sebagai perusahaan terbuka, PT Pembangunan Jaya Ancol harus melihat rambu-rambu yang ada. Belum lagi, penggratisan juga berimplikasi terhadap kenyamanan dan keamanan pengunjung. Sehingga, semua keputusan yang diambil harus melalui pertimbangan yang matang.

Sementara itu, gubernur DKI terpilih Anies Baswedan belum mau memberikan pendapatnya terkait batalnya uji coba masuk Ancol gratis yang sempat digagas Gubernur Djarot. Anies pada awalnya mengaku kaget saat Republika memberi kabar duka yang dialami sebagian warga Ibu Kota terkait dibatalkannya kebijakan tiket gratis masuk Ancol.

"Oh itu kabar duka ya. Kirain kabar duka apa, ternyata tiket. Kamu ini bikin kaget," kata Anies di rumah Tim Sinkronisasi, Jalan Tirtayasa II, Jakarta Selatan, Jumat.

Dalam masa kampanye Pilgub DKI 2017, salah satu program unggulan Anies bersama Sandiaga Uno adalah membebaskan tiket masuk Ancol. Menurut Anies, pihaknya akan membahas masalah itu ketika sudah menjabat mulai 16 Oktober mendatang. "Sekarang, saya tidak mau berkomentar dulu tentang program orang," kata Anies

Di lokasi yang sama, wakil gubernur DKI terpilih Sandiaga Uno juga memilih menahan diri mengomentari kegagalan ide Djarot itu. Sandiaga pun berjanji akan membahas itu ketika nanti sudah mulai berkantor di Balai Kota DKI. "Nanti itu, spesial sesi," kata Sandiaga.

Anggota Komisi B DPRD DKI William Yani mendukung penggratisan masuk Ancol bagi masyarakat DKI. Tapi, kesiapan manajemen dalam mengantisipasi membeludaknya kunjungan masyarakat juga perlu diantisipasi.

Karena itu, ia setuju diperlukan tahapan dan kajian matang dalam membebaskan biaya masuk Ancol. "Kalau mendadak gratis pasti kaget PT Pembangunan Jaya Ancol," kata William.