Ahad , 15 October 2017, 13:46 WIB

Ribuan Peserta Meriahkan West Java Echo Marathon

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Elba Damhuri
Republika/Fauzi Ridwan
Salah seorang peserta marathon asal Perancis, Camillract (26) bersama pasangannya, Tibo (27)  mengaku senang dan menikmati pemandangan pegunungan dan perkebunan teh pada acara kegiatan marathon West Java Eco Marathon, Ahad (15/10).
Salah seorang peserta marathon asal Perancis, Camillract (26) bersama pasangannya, Tibo (27) mengaku senang dan menikmati pemandangan pegunungan dan perkebunan teh pada acara kegiatan marathon West Java Eco Marathon, Ahad (15/10).

REPUBLIKA.CO.ID, MALABAR -- Ribuan peserta dari berbagai kota di seluruh Indonesia dan mancanegara mengikuti even West Java Festival Eco Marathon, Ahad (15/10), untuk jarak tempuh 5 km, 10 km, 21 km, dan 42 km di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kegiatan yang pertama kali diselenggarakan di Jawa Barat ini dipusatkan di Lapangan Tanara dengan latar pegunungan dan perkebunan teh.

Berdasarkan pantauan Republika, para peserta untuk kategori 42 km sudah terlebih dahulu memulai start sekitar pukul 05.30 WIB, sementara itu peserta kategori 21 km memulai garis start sekitar pukul 06.30 WIB. Sementara itu, peserta dari kategori 10 km memulai start sekitar pukul 07.00 dan 5 km pukul 07.05 WIB dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Netty Heryawan.

Sebagian peserta 5 km merupakan pelajar dan remaja. Peserta 10 km memakai seragam berwarna orange, sementara peserta 5 km memakai seragam berwarna kuning. Peserta 21 km seragam hijau dan peserta 42 km memakai seragam berwarna putih. Seluruh peserta yang mengikuti marathon terdiri dari kalangan pelajar hingga orang tua.

Lokasi Lapangan Tanara berada di kawasan perkebunan teh Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung yang dikelilingi gunung. Udara segar khas pengunungan begitu terasa menusuk hingga tulang. Sinar matahari terbit ikut menyambut para peserta yang berangkat dari garis start.

Sebelum secara simbolis membuka garis start peserta 10 km, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengungkapkan kegiatan West Java Eco Marathon 2017 merupakan kegiatan yang pertama kali di dunia diselenggarakan di alam terbuka. Selama ini, katanya, marathon banyak dilaksanakan di jalan raya yang cenderung padat.

"Biasanya marathon di jalan raya di tempat jalan padat. Kali ini terobosan baru melaksanakan marathon tetapi tempatnya tidak biasa dengan alam (pegunungan dan kebun teh. Ini baru pertama kali diselenggarakan di dunia," ujarnya di lapangan Tanara, Ahad (15/10).

Menurutnya, kegiatan marathon akan melewati perkebunan teh Malabar milik PTPN VIII dengan dikelilingi oleh pengunungan. Katanya, produk teh tersebut merupakan salah satu produk agro yang beredar internasional dari Provinsi Jawa Barat.

"70 persen teh beredar di Indonesia berasal dari Jawa Barat. Termasuk sekarang pusat kopi terbaik berasal dari Jawa Barat," ungkapnya.

Sementara itu, Netty Heryawan yang juga menjadi peserta Eco Marathon kategori 10 km mengungkapkan kegiatan West Eco Marathon 2017 memiliki nilai lebih karena tersemat kata eco pada awal kata marathon. Oleh karena itu dirinya berharap peserta menjaga lingkungan dan jangan sampai ada sampah, limbah yang ditinggalkan.