Rabu , 18 October 2017, 08:58 WIB

Longsor Timpa Masjid dan PAUD di Pangandaran

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani
dok. Penkostrad
Prajurit Yonif Raider 323 Kostrad membantu korban bencana alam banjir dan tanah longsor di Pangandaran.
Prajurit Yonif Raider 323 Kostrad membantu korban bencana alam banjir dan tanah longsor di Pangandaran.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Peristiwa bencana tanah longsor kembali melanda Kabupaten Pangandaran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kali ini.

Humas Basarnas Jawa Barat, Joshua Banjarnahor menyebut peristiwa longsor terjadi pada Selasa, (17/10) pagi di Desa Emplak dan Dusun Empangsari, Kecamatan Kalipucang. Longsor di Desa Emplak mengakibatkan dinding setinggi tiga meter longsor ke arah Mesjid Nurul Fallah.

"Dampaknya dua unit fasilitas umum terkena longsoran di antaranya Mesjid Nurul Fallah dan PAUD Nurul Fallah. Korban jiwa nihil," katanya dalam keterangan resmi Selasa, (17/10) malam.

Sedangkan, di Dusun Empangsari terjadi kerusakan rumah dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. "Rumah milik bapak Endos Anwar sebagian mengalami ambruk diakibatkan air bah dari tebing belakang rumah. Korban jiwa nihil," ujarnya.

Saat ini, akibat bencana sudah ditangani oleh instansi setempat. Bantuan logistik juga diterjunkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. "Langkah penanggulangan yang dilakukan oleh petugas DPKPB dan dibantu oleh relawan FKDM Kab Pangandaran membersihkan puing sisa longsoran," ujar Joshua.