Rabu , 18 October 2017, 20:41 WIB

Lima Helikopter BNPB Atasi Karhutla Riau

Red: Andi Nur Aminah
Antara/Rony Muharrman
Helikopter MI-8 UR-CMJ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemadaman dari udara (ilustrasi)
Helikopter MI-8 UR-CMJ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemadaman dari udara (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau mengerahkan lima unit helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana guna mengatasi lonjakan titik panas, Rabu (18/10). "Total lima helikopter melakukan operasi pengeboman air pada titik Karhutla hari ini," kata Kepala Penerangan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Mayor Sus Rizwar dalam keterangan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Rabu.

Kelima helikopter tersebut, Rizwar menagtakan, terbang ke wilayah udara kabupaten Siak dan Kota Dumai, lokasi ditemukannya titik api hari ini. Helikopter pertama dengan nomor ekor N-5193Y jenis Sikorsky melakukan 144 kali operasi pengeboman air di wilayah Kabupaten Siak dengan total tiga sortie atau tiga kali terbang.

Selanjutnya helikopter jenis MI-8 dan MI-171 masing-masing melakukan 62 kali dan 39 kali operasi pengeboman air, yang juga dilakukan di wilayah Kabupaten Siak. Selain itu, dua helikopter jenis MI-172 turut melakukan operasi pengeboman air di wilayah Siak dan Kota Dumai dengan total 90 kali operasi pengeboman air.

Operasi pengeboman air menjadi salah satu solusi andalan Satgas Karhutla dalam menanggulangi titik-titik api di wilayah Provinsi Riau. Secara keseluruhan, BNPB mengerahkan lima unit helikopter selama status siaga Karhutla di Provinsi Riau sejak medio 2017 ini. "Helikopter akan terus berada di Provinsi Riau hingga November mendatang, atau berakhirnya masa status siaga Karhutla," katanya.

Hari ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan titik panas atau indikasi kebakaran hutan dan lahan, yang mencapai 25 titik di Provinsi Riau. Ke-25 titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen masing-masing terpantau di Kota Dumai lima titik, Kabupaten Rokan Hilir empat titik.
Selanjutnya titik panas terpantau di Bengkalis, Siak dan Indragiri Hulu masing-masing tiga titik. Kemudian di Rokan Hulu, Pelalawan, dan Kuantan Singingi masing-masing dua titik panas serta di Kampar satu titik panas. Keberadaan titik panas yang terpantau hari ini merupakan yang terbanyak dalam dua bulan terakhir. Dalam sepekan terakhir cuaca di Provinsi Riau terasa cukup panas dengan curah hujan minim.

Sumber : Antara