Rabu , 18 Oktober 2017, 23:45 WIB

Warga Cieunteung Peroleh Ganti Rugi Lahan Tahap Kedua

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan
Mahmud Muhyidin
Seorang warga mengayuh perahu saat banjir di Desa Cieunteung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (3/10).
Seorang warga mengayuh perahu saat banjir di Desa Cieunteung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (3/10).

REPUBLIKA.CO.ID, BALEENDAH -- Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum kembali memberikan kompensasi tahap kedua kepada warga Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung atas ganti rugi lahan yang dibebaskan oleh pemerintah pusat untuk pembangunan kolam retensi Cieunteung, Rabu (18/8).

Sebelumnya, pembebasan lahan tahap pertama pada April lalu telah dilaksanakan di RW 9, 20 dan 28 di Kampung Cieunteung. Dengan luas 147 bidang milik 147 kepala keluarga. Sementara itu, pada tahap kedua dua RW yang mendapat pembayaran ganti rugi yaitu RW 20 dan 28.

Total lahan yang mesti dibayar oleh BBWS kepada masyarakat mencapai 39.447 meter persegi, yang terdiri dari 226 bidang dan 286 orang penerima. Dengan nilai uang kurang lebih mencapai Rp 73 miliar lebih.

Kepala SNVT, Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BBWS, Bebi Hendra Wibawa mengatakan para pemilik lahan yang akan diberikan dana kompensasi ganti rugi akan diberikan amplop yang berisi luas tanah dan nilai ganti rugi. Kemudian mereka harus menandatangani persetujuan dan dana akan dikirim melalui rekening bank.

"Nominal yang diberikan kepada masing masing pemilik lahan sudah terlebih dahulu diupraisal oleh tim independen yang profesional dan sesuai aturan," ujarnya, Rabu (18/10) saat musyawarah kerugian atas tanah, tanaman dan pengadaan tanah pembangunan untuk kolam retensi Cieunteung tahap 2 di Gor futsal Dua Putri, Jalan Siliwangi, Kecamatan Baleendah.

Ia menuturkan, sebagian masyarakat sudah memahami jika tanah di sekitar Kampung Cienteung bukan kawasan yang cocok untuk ditempati karena faktor banjir yang langganan. Selain itu, lokasinya sering kebanjiran dan sulit untuk dijual.

"Kenapa tidak jual saja kepada kami. Saya yakin justru ini menguntungkan masyarakat," ujarnya. Menurutnya, pihaknya juga tengah melakukan pembebasan lahan di Daerah Cikijing, Cikeruh dan Cimande, Kecamatan Rancaekek.

"Cikijing dan Cikeruh itu lebih memanjang dengan jumlah RT dan RW lebih banyak. Kami masih kurang Rp 340 miliar tapi optimis akhir tahun Cikijing dan Cimande dapat terselesaikan," katanya.

Berita Terkait