Kamis , 19 October 2017, 10:59 WIB

GP Ansor: Berita Pembakaran Masjid tak Benar

Rep: Fuji E Permana/ Red: Andi Nur Aminah
gpanshor.org
Lambang GP Anshor (ilustrasi).
Lambang GP Anshor (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor angkat bicara tentang beredarnya berita yang dimuat di salah satu media siber mengenai pembakaran masjid di Desa Sanga, Kecamatan Samalanga, Bireuen, Aceh pada Selasa (17/10) malam. GP Ansor menyatakan berita tersebut tidak benar.

Ketua PP GP Ansor, Luthfi Thomafi mengatakan, tidak benar telah terjadi pembakaran masjid di Desa Sanga, Biruen. seperti yang dimuat di salah satu media siber. Sebab, belum ada bangunan masjid di tempat tersebut.

"Jadi tidak benar ada pembakaran masjid. Masjidnya kan belum dibangun. Di tempat itu yang ada bedeng dan material bangunan saja, seperti batu bata, pasir, semen dan lain sebagainya," kata Luthfi melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (17/10).

Menurutnya, yang dibakar pada malam itu adalah sebuah bedeng atau tempat orang duduk-duduk yang letaknya di dekat rencana pembangunan masjid. Rencana pembangunan masjid di tempat tersebut sejak dari awal memang telah ditolak masyarakat setempat. Namun dia tidak mengetahui dengan jelas mengapa pembangunan masjid ditolak masyarakat.

"Pelaku pembakaran bedeng adalah oknum tidak bertanggung jawab, yang tidak mewakili kelompok masyarakat apa pun. Polisi setempat juga sedang melakukan penyelidikan terkait hal ini," ujarnya.

Gus Luthfi meminta agar masyarakat bijak menyikapi masalah tersebut dan menyerahkan penanganan atas kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Jangan mudah percaya berita hoax, tidak jelas kebenarannya dan provokatif.

"Ini potensi memecah belah umat. Jangan juga menggeneralisir masalah lokal yang terjadi di masyarakat. Serahkan semua kepada kepolisian untuk mengusut tuntas," jelasnya.