Jumat , 20 Oktober 2017, 06:33 WIB

Jokowi Diharap Datang Lagi ke Lombok Bulan Depan

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Ratna Puspita
ANTARA/Ahmad Subaidi
Presiden Joko Widodo berpidato saat menutup Konferensi Internasional Alumni Al Azhar di Islamic Center NTB di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/10). Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan Indonesia merupakan negara penganut Islam terbesar di dunia dengan keberagaman suku dan agama.
Presiden Joko Widodo berpidato saat menutup Konferensi Internasional Alumni Al Azhar di Islamic Center NTB di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/10). Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan Indonesia merupakan negara penganut Islam terbesar di dunia dengan keberagaman suku dan agama.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berharap kesediaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk datang dalam Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Islamic Center NTB pada akhir November mendatang.

“Kami berharap kedatangan Presiden Joko Widodo bukan hanya kali ini saja di NTB dan Ponpes Qamarul Huda Bagu, semoga juga dapat membuka acara Munas NU pada November nanti," Ketua PWNU NTB TGH Ahmad Taqiudin Mansyur saat menyambut kedatangan Jokowi di Pondok Pesantren (Ponpes) Qamarul Huda Bagu, Lombok Tengah, NTB, Kamis (19/10) malam.

Taqiudin mengaku bersyukur Jokowi mau datang dan bersilaturahim bersama pimpinan ponpes dan ribuan santri di NTB. 

Dalam kunjungannya di Ponpes Qamarul Huda Bagu, Jokowi mengatakan Indonesia adalah merupakan negara yang besar dengan 17 pulau, terdiri atas 714 suku dan lebih dari 1.100 bahasa daerah, serta sangat kaya akan sumberdaya alam yang melimpah. 

Jokowi mengajak seluruh masyarakat menjaga kerukunan dan persaudaraan untuk menciptakan Indonesia yang damai dan sejahtera. "Mari kita jaga negara yang kita cintai ini, negara yang sangat besar dan kaya raya, yang tidak dimiliki oleh negara manapun di seluruh dunia, tentunya dengan terus menjaga dan membangun persaudaraan antar sesama yang beragam di Indonesia ini," kata  Jokowi. 

Jokowi menyadari merawat keberagaman yang ada di Indonesia ini tidaklah mudah. Banyak negara-negara di dunia kagum terhadap Indonesia yang mampu merawat persatuan dengan baik ditengah keberagaman yang begitu kompleks. 

Jokowi mengaku banyak negara yang bertanya bagaimana merawat keberagaman di Indonesia yang begitu banyak. "Mereka (negara lain) juga selalu mengingatkan saya agar selalu hati-hati merawat keberagaman agar tidak terjadi gesekan yang akan menimbulkan perpecahan," kata Jokowi menambahkan.