Jumat , 20 Oktober 2017, 19:22 WIB

Papua Barat Terkena Dampak Badai di Filipina

Red: Teguh Firmansyah
Reuters
Badai (ilustrasi)
Badai (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI -- Sejumlah daerah di Provinsi Papua Barat mengalami dampak badai Lanni yang terjadi wilayah Filipina. Kepala Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Rendani Manokwari Denny Puturay di Manokwari, Jumat (20/10), mengatakan, Papua Barat berada tepat di garis khatulistiwa.

Matahari saat ini sudah bergeser ke arah kutub selatan, meskipun demikian cuaca panas masih sedikit terasa di laut utara Papua. "Papua hanya menerima dampak, tidak terlalu kuat tapi cukup mempengaruhi tinggi gelombang air laut. Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir harus tetap waspada termasuk nelayan," kata dia.

Selain, Papua Barat beberapa daerah lain seperti Maluku dan Sulawesi Utara diperkirakan juga menerima dampak badai tersebut. Pihak belum bisa memprediksikan seberapa lama badai tersebut akan berlangsung.

"Dari pengalaman selama ini, badai bisa berlangsung hingga satu minggu. Untuk Papua Barat mudah-mudahan dua atau tiga hari kedepan sudah reda," katanya.

Dia mengutarakan, pergeseran matahari antara kutub utara dan kutub selatan akan menimbulkan badai. Papua Barat yang berada tepat pada garis khatulistiwa membuat daerah ini terhindar dari badai-badai besar.

Saat ini, matahari sudah berada di wilayah kutub selatan, angin akan lebih intens terjadi di wilayah selatan. Begitu juga sebaliknya, saat matahari di wilayah utara angin cenderung lebih kencang di wilayah utara. "Diperkirakan, beberapa hari kedepan akan muncul beberapa badai dari arah selatan," ujarnya lagi.

Beberapa hari terakhir, wilayah Papua Barat masih cukup panas. Hal itu terjadi akibat pengaruh pergeseran matahari dari utara ke selatan.

Sumber : Antara