Jumat , 20 Oktober 2017, 19:50 WIB

Ribuan Pelajar Antusias Ikuti Gerakan Baca Kitab Suci

Red: Fernan Rahadi
Kemenpora
Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GMKS) di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.
Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GMKS) di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, LHOKSEUMAWE -- Sekitar 5.000 pemuda yang didominasi kalangan pelajar terlihat antusias mengikuti mengikuti kegiatan Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GMKS) di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Kegiatan yang mengusung tema untuk Persatuan Indonesia ini merupakan rangkaian kegiatan dari Kirab Pemuda Nusantara tahun 2017 oleh Kemenpora yang melewati 34 Provinsi. GMKS kali ini digelar di Masjid Islamic Centre Lhokseumawe, Jumat (20/10) dimulai pada Pukul 09.00 WIB dan berakhir menjelang Shalat Jum’at.

Deputi Pemberdayaan Pemuda, Kemenpora RI, Prof Faisal Abdullah mengucapkan terima kasih kepada Jajaran Pemerintah Kota Lhokseumawe yang telah menghadirkan 5.000 lebih pemuda dalam kegiatan GMKS. Ia berharap semoga kehadiran ribuan pemuda untuk membaca kitab suci ini bukan hanya pada kegiatan kirab Pemuda Nusantara, tetapi juga tetap melakukan hal yang sama di rumah dan ditempat-tempat lain.

“Ini merupakan hari yang istimewa, karena sebentar lagi kita akan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, setelah itu kita juga akan melaksanakan Shalat Jum’at bersama. Marilah kita kembali pada kegiatan keagamaan, semoga mendapat hidayah dan ridha dari Allah SWT, sehingga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang dikasihi-Nya,” ungkap Prof. Faisal. “Kota Lhokseumawe sebagai titik singgah Kirab Pemuda Nusantara 2017 untuk Aceh, di daerah lain hanya 3000 pemuda yang hadir, tapi di Lhokseumawe sampai 5000 pemuda, ini partisipasi hebat,” katanya.

Faisal mengatakan, dalam Kirab Pemuda Nusantara tahun 2017 sebanyak 72 pemuda terbaik dari 34 Provinsi di Indonesia ini akan mengelilingi nusantara. Menggelar berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memupuk kebinekaan di kalangan pemuda tanpa memandang ras, suku dan agama yang berbeda.

Di sela-sela kesibukan menghadiri rangkaian Kirab Pemuda 2017, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda didampingi Asdep Peningkatan Iptek dan Imtak Pemuda, Esa Sukmawijaya dan Kadisporapar Kota Lhokseumawe, Zulkifli, juga menyempatkan hadir pada wawancara live di RRI Lhokseumawe, Kamis (19/10) malam.  Menurut Faisal, kirab Pemuda ini harus disosialisasikan ke masyarakat dengan media apapun, termasuk radio agar benar-benar viral. “Ini kan kegiatan besar Kemenpora, apalagi di dalamnya ada Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci atau GPMKS yang amat religius", tambahnya.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Lhokseumawe, Zulkifli mengatakan, kegiatan pengajian bersama pelajar dan juga peserta Kirab Pemuda Nasional 2017 yang sedang singgah di Kota Lhokseumawe tersebut bertujuan memperkenalkan budaya dan kehidupan religi di daerah itu. Ribuan peserta yang mayoritas pelajar yang mengikuti pengajian bersama ini diharapkan dapat melahirkan pemuda yang cinta Alquran dan mampu membaca serta menghayati kandungan isi kitab suci tersebut. 

Sementara itu, para peserta inti kirab dari 34 provinsi sepakat untuk mengembangkan gerakan dakwah secara internal. Dua wakil peserta, Piet dari DKI Jakarta dan Ari dari Bengkulu, mengamini rencana ini. "Biarpun kami telah mengarungi perjalanan yang cukup jauh, sejak dari Miangas, Kalimantan, dan kini di Lhokseumawe, kami tetap semangat. Kami ingin mensyukuri nikmat Allah ini dengan gerakan shalat subuh berjamaah, diantara kami sendiri yang muslim," ujar Ari.

Kota Lhokseumawe dijadikan titik singgah peserta Kirab Pemuda 2017 yang tiba pada Kamis (19/10). Setelah  Lhokseumawe, peserta Kirab akan meneruskan kembali perjalanannya ke Kota Deli Serdang, Sumatera Utara.  Kegiatan ini akan berakhir di Blitar, Jatim pada 6-8 Desember 2017.

 

Sumber : Antara