Senin , 23 Oktober 2017, 02:07 WIB

Jaringan Geopark Indonesia Dibentuk

Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Edi Yusuf
Panorama Puncak Darma di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jumat (4/8).
Panorama Puncak Darma di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jumat (4/8).

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Pengelola geopark seluruh Indonesia menggelar pertemuan di Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama tiga hari. Salah satu hasil pertemuan adalah pembentukan jaringan geopark Indonesia.

"Pertemuan jaringan geopark Indonesia dilakukan di Gunung Kidul pada Jumat (20/10) sampai Minggu (22/10)," kata Sekretaris Geopark Gunungsewu Hary Sukmono di Gunung Kidul, Ahad.

Peserta yang datang yakni dari Ciletuh, Pelabuhan Ratu, Belitung, Batur Rinjani, Tambora, Raja Ampat, dan Gunungsewu, Geopark nasional yakni Toba, Merangin, Ciketuh dan Rinjani. Untuk Tambora, Raja ampat dan Belitung masuk dalam aspiring. "Yang sudah diakui UNESCO ada dua yakni Gunungsewu dan Batur," katanya.

Ia mengatakan, setelah dibentuk jaringan nasional, segera dibuat AD/RT yang akan disahkan Kemeterian Hukum dan HAM dan akan didaftarkan Global Geopark Network (GGN) sebagai wadah jaringan geopark di Indonesia. "Kami juga memiliki tagline 'Jaringan Geopark Probumi'," katanya.

Hary mengatakan geopark atau taman bumi memiliki tujuan utama melestarikan warisan geologi ke dalam strategi sosial budaya dan ekonomi, dengan konsoevasi lingkungan alam. Dengan adanya jaringan geopark Indonesia diharapkan bisa meningkatkan hubungan bersama untuk melestarikan alam Indonesia.

Fungsi kawasan geopark sebagai kawasan edukasi, konservasi dan pemberdayaan masyarakat harus tetap dipertahankan. "Untuk pariwisata hanya bagian kecilnya saja, yang utama melestarikan," katanya.

General Manager Geopark Gunungsewu Budi Martono mengatakan pemerintah pusat mendukung geopark. Misalnya untuk geopark Gunungsewu, Bappenas siap membantu dalam penyusunan master plan secara total termasuk anggaran.

"Intinya kerangka pembangunan geopark Gunungsewu disusun untuk mengisi kelengkapan. Master plan ditargetkan selesai tahun depan," katanya.

Ia mengatakan pemerintah pusat akan membiayai sejumlah proyek pembangunan. Misalnya, mushala, area parkir, toilet, area kuliner dengan gazebo, dan rumah joglo sebagai open space serta ruang informasi. "Diharapkan bisa menarik wisatawan lebih banyak," katanya.

Sumber : Antara