Jumat , 27 Oktober 2017, 14:58 WIB

Realisasi Fisik Kota Yogyakarta Lampaui Target

Rep: Eric Iskandarsjah/ Red: Fernan Rahadi
blogspot.com
Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengapresiasi Pemerintah Kota Yogyakarta yang berhasil merealisasikan kinerja pembangunan fisik yang melampau target. Laporan Realisasi Kinerja Pembangunan Fisik Kota Yogyakarta di Triwulan ke III Tahun 2017 mencapai angka 68,13 persen dari target 77,81 persen.

“Saya berharap pada akhir tahun nanti grafiknya terus meningkat,” ucap Haryadi saat memberikan pengarahan rapat koordinasi pengendalian program pembangunan daerah triwulan ke III 2017 di Grha Pandawa, Kamis (26/10). Ia juga meminta agar seluruh SKPD mengikuti edaran sekretaris daerah tentang langkah-langkah percepatan realisasi keuangan dan fisik hingga akhir tahun nanti.

 Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Aman Yudiadijaya menuturkan, capaian triwulan ketiga ini jauh lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yakni 39,80 persen dari total target 49,81 persen. “Devisiasi fisik triwulan ketiga tahun 2017 hanya 9,68 persen,” ucapnya.

Ia menjelaskan, faktor penghambat realisasi di kuartal ketiga ini adalah karena pelaksanaan kegiatan internal menyesuaikan kebiasaan yang ada. Selain itu pelaksanaan kegiatan berlum memperhatikan tata kelola yang sudah disusun diawal.

Meskipun pada pembangunan fisik melonjak namun laporan keuangan menunjukkan kemerosotan. Laporan realisasi keuangan Kota Yogyakarta di triwulan ke III tahun 2017 hanya mencapai angka 43,23 persen dari target 82,98 persen.

“Dari angka tersebut maka dapat diketahui bahwa masih ada deviasi sebesar 39,75 persen di triwulan ketiga ini,” kata Aman. Ia pun menganggap hal tersebut sebagai hal yang wajar mengingat di triwulan ketiga ini terjadi transisi yang cukup berarti bagi keuangan.

Menurutnya, salah satu fakor penghambatnya adalah penyesuaian implementasi transaksi non tunai, juga pencairan belanja modal terhambat menyesuaikan pekerjaan yang mundur. Ia menilai, mayoritas kegiatan yang memiliki deviasi lebih dari 10 persen adalah kegiatan yang bersifat internal, yang penyerapannya disesuaikan kebutuhan. “Namun dari laporan ini saya nilai sudah cukup baik, ada kemajuan dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Wali Kota juga menyerahkan rapot kepada tiga SKPD yang berhasil masuk tiga besar terbaik. Untuk kategori Dinas dan Badan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berhasil meraih ranking pertama, disusul Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil di urutan ketiga dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan bertengger diposisi ketiga. Sementara untuk kategori Kecamatan dan bagian, Kecamatan Kotagede berhasil meraih ranking pertama, disusul Bagian Protokol dan Kecamatan Ngampilan.