Saturday, 3 Jumadil Awwal 1439 / 20 January 2018

Saturday, 3 Jumadil Awwal 1439 / 20 January 2018

Aliansi BEM Bogor: Sikap Represif Polisi Bungkam Demokrasi

Jumat 27 October 2017 20:37 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Teguh Firmansyah

Demo menuntut dibebaskannya sejumlah mahasiswa yang ditahan Polda Metro Jaya (ilustrasi).

Demo menuntut dibebaskannya sejumlah mahasiswa yang ditahan Polda Metro Jaya (ilustrasi).

Foto: Republika/Andrian Saputra

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor menggelar aksi demonstrasi di Tugu Kujang, Kota Bogor pada Jumat (27/10). Demonstrasi digelar sebagai bentuk kekecewaan atas sikap refresif polisi terhadap aktivis pada aksi damai evaluasi pemerintahan Jokowi-JK beberapa hari yang lalu.

"Apapun alasannya, tindakan represif aparat Kepolisian terhadap aktivis yang menyuarakan aspirasi di muka publik, itu telah membungkam demokrasi kita," ungkap Koordinator Aliansi BEM se-Bogor, Muharam Jaya, Jumat (27/10).

Muharam mengatakan, kebebasan menyampaikan pendapat telah dijamin sebagai hak yang berlaku secara global. Selain itu, tindakan represif aparat yang berlebihan saat menangani aksi, dan cepat dalam penetapan status tersangka dinilai sebagai cermin ketidakadilan.

"Jadi kami mengecam keras perilaku aparat terhadap kejadian tersebut dan menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa," tegas dia.

Karena itu, Muharam mendesak kepolisian untuk membebaskan rekan-rekan mahasiswa yang ditangkap serta mencabut status tersangkanya. Serta meminta, Presiden untuk menegur Kapolri agar bertindak mengedepankan semangat demokrasi.

"Jika negara dan aparatnya gelap mata dan abai dalam menjalankan amanah reformasi," tegas dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika Setiap Minggunya

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES