Senin , 30 October 2017, 15:30 WIB

Nelayan Keluhkan Keberadaan Bajak Laut di Perairan Lampung

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Endro Yuwanto
Antaa
Nelayan.   (ilustrasi)
Nelayan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nelayan yang biasa berlayar di perairan utara Pulau Jawa kini hanya berani melaut ke wilayah Kalimantan dan Bangka Belitung. Hal ini disebabkan karena banyaknya perompak di perairan Lampung.

"Sekarang sudah enggak ada yang ke sana (perairan Lampung). Pada enggak berani soalnya banyak perompak," kata Tomi, salah satu nelayan asal Cirebon, ketika sedang beristirahat di sekitar Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (30/10).

Padahal, menurut Tomi, hasil laut di perairan Lampung tergolong bagus. Namun, kini nelayan harus mencari alternatif daerah lain. Para nelayan itu takut hasil yang diperoleh selama melaut diambil paksa.

Hal yang sama diutarakan salah satu nelayan yang akrab disapa Makdor. Nelayan rajungan ini mengeluhkan perompak yang semakin kejam.

"Dulu tahun 2016 nelayan sempat demo tentang ini. Beberapa bulan memang aman. Tapi enggak lama muncul lagi dan lebih jahat. Enggak hanya hasil ikan, tapi alat-alat di kapal dan uang juga diambil," ungkap Makdor.

Berdasarkan pengakuan nelayan, sebelum mereka berdemo mengenai banyaknya perompak di perairan Lampung, para perompak tersebut hanya mengambil hasil tangkapan. Namun, sekarang para perompak akan mengambil apa saja yang ada di kapal.

Saat ini, nelayan hanya berlayar ke perairan yang dianggap aman. Para nelayan pun berharap, masalah perompak bisa segera dituntaskan.