Senin , 30 October 2017, 15:40 WIB

Longsor dan Banjir Landa Sejumlah Desa di Cilacap

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika On Line/Mardiah diah
Ilustrasi Banjir
Ilustrasi Banjir

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Hujan yang mengguyur sejak Ahad (29/10) sore hingga Senin (30/10) pagi menyebabkan sejumlah desa di Kabupaten Cilacap tergenang banjir. Banjir antara lain terjadi di empat desa kecamatan Kroya, serta masing-masing satu desa di Kecamatan Maos, Kecamatan Kesugihan, Kecamatan Jeruklegi dan Kecamatan Kawunganten.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy, menyebutkan banjir terjadi akibat hujan yang berlangsung cukup lama. ''Banjir tidak menggenai seluruh wilayah desa, tapi hanya pada wilayah-wilayah tertentu yang permukaan tanahnya rendah,'' kata dia..
 
Ketinggian genangan air bervariasi antar 20 cm hingga 80 cm, sehingga banjir tidak hanya menggenangi jalan-jalan dan tanah pekarangan saja, namun juga masuk ke beberapa rumah warga.
 
Termasuk ruas jalan utama di depan Bandara Tunggulwulung dan lapangan golf di Desa Tritih, juga sempat tergenang air cukup tinggi. Hal ini menyebabkan arus lalu lintas sempat tersendat.
 
Namun demikian Tri Komara menyebutkan, sekitar pukul 09.00 hujan mulai berhenti dan kondisi cuaca mulai cerah. ''Saat ini ketinggian air sudah mulai surut. Rumah-rumah yang tadinya sempat tergenang air dengan ketinggian 10-20 cm, juga sudah surut,'' katanya.
 
Selain banjir, di Desa Jeruklegi Wetan Kecamatan Jeruklegi, terjadi longsor pada salah satu tebing yang ada di wilayah itu Senin dinihari. Akibatnya, satu rumah warga yang ditinggali keluarga Siti Fatimah (52), terancam terkena longsor susulan.
 
''Longsor tersebut tidak sampai menimpa bagian rumah korban. Namun kalau dibiarkan, kondisinya akan membahayakan karena bisa terjadi longsor susulan,'' kata Tri Komara.
 
Terkait hal ini, puluhan anggota Polres Cilacap bersama pihak-pihak terkait dan warga setempat, bergotong royong memindahkan rumah korban ke lokasi yang lebih aman. ''Pemindahan rumah dilakukan dengan cara digotong bersama-sama. Rumah yang ditinggali keluarga korban berupa rumah yang terbuat dari papan sehingga bisa digotong,'' jelas Kabag Ops Polres Cilacap Kompol Faisal yang memimpin kegiatan tersebut.