Selasa , 31 Oktober 2017, 00:47 WIB

Sukabumi Peringkat Lima Terbanyak Pengidap HIV/AIDS

Red: Elba Damhuri
en.wikipedia.org
Red ribbon, the symbol for the fight against HIV/AIDS.  At least 38 people died of HIV/AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) in Batam in the first half of the year. (illustration)
Red ribbon, the symbol for the fight against HIV/AIDS. At least 38 people died of HIV/AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) in Batam in the first half of the year. (illustration)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kota Sukabumi masuk ke dalam peringkat kelima di Jawa Barat dengan jumlah pengidap Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Jumlah orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang terdeteksi mencapai 1.197 orang, namun tidak seluruh orang dengan HIV/AIDS tersebut merupakan warga Kota Sukabumi.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan 60 persen jumlah ODHA yang ditemukan tersebut merupakan warga luar Kota Sukabumi. Mereka terdeteksi saat melakukan pemeriksaan kesehatan di beberapa tempat pelayanan kesehatan.

Mayoritas pengidap penyakit yang menggerogoti sistem kekebalan tubuh manusia tersebut berada di usia produktif antara 15 hingga 35 tahun. Adapun penularannya didominasi akibat hubungan seks dan penggunaan jarum suntik untuk memakai narkoba.

Maka dari itu, untuk menekan jumlah warganya tertular HIV pihaknya gencar melakukan sosialisasi, baik kepada masyarakat umum hingga pelajar. Dengan tujuan agar warga bisa melakukan pencegahan dan mensosialisasikan kembali tentang bahaya HIV/AIDS.

Fahmi yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Sukabumi mengimbau kepada warganya agar secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan atau Voluntary Conseling and Testing (VCT).

Di sisi lain, digelarnya deklarasi resolusi pemuda dan remaja yang melibatkan ratusan pelajar dari 51 SMA, SMK, dan MA bertujuan untuk mengingatkan masyarakat, terutama kalangan pelajar agar tidak coba-coba melakukan aktivitas yang bisa tertular HIV.