Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Kelola Bandara Lombok, Kemenhub Diminta tak Gandeng Asing

Kamis 02 November 2017 14:17 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nidia Zuraya

Bandara Internasional Lombok

Bandara Internasional Lombok

Foto: Maman Sudiaman/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan pengoperasian Bandara Internasional Lombok dan Bandara Internasional Kualanamu ke pemerintah Selandia Baru.

Pengamat Penerbangan Arista Atmadjati menilai wacana Kemenhub yang menawarkan pengoperasian Bandara Internasional Lombok dan Bandara Internasional Kualanamu ke pemerintah Selandia Baru sebagai langkah yang kurang tepat.

"Lebih baik ditawarkan ke investor domestik, karena ngapain kita kasih (kerja sama asing), sama saja setengah aset dijual," ujar Arista saat dihubungi Republika di Mataram, NTB, Kamis (2/11).

Arista menilai, pengelolaan bandara merupakan bisnis yang sangat strategis dari sisi ekonomi. Terlebih bagi Lombok, yang sedang menjadi pembicaraan sebagai tujuan destinasi wisata yang begitu menawan.

Pamor Lombok, kata Arista, terus menanjak usai meraih sejumlah penghargaan di sektor pariwisata, terutama yang berkaitan dengan wisata halal. Branding wisata halal, dan posisi Lombok yang berada di sebelah Bali menjadikan peluang besar dari segi bisnis untuk Bandara Internasional Lombok.

"Lombok banyak peluang datangkan wisatawan, ngapain kita kasih "makan" ke luar negeri," lanjut Arista.

Alih-alih bekerja sama dengan luar negeri, Arista meminta pemerintah mendorong investor lokal, baik swasta maupun BUMN untuk menjalin kerja sama dengan PT Angkasa Pura I.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Mengintip Kereta Cepat Jamaah Haji-Umrah

Ahad , 25 February 2018, 07:10 WIB