Ahad , 05 November 2017, 08:13 WIB

Demiz: Degung Harus Berkolaborasi dengan Seni Modern

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andri Saubani
Republika/Edi Yusuf
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) menuturkan, seni degung klasik harus berkolaborasi dengan seni modern yang mengedepankan sentuhan krearivitas dan teknologi. Hal ini merupakan salah satu cara mengembangkan seni tradisi sunda khususunya degung agar menjadi karya pertunjukan menarik dan mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat bahkan menjadi kekuatan ekonomi baru.

"Ke depannya kolaborasi kreatif antara degung klasik dengan seni modern yang mengedepankan sentuhan kreativitas dan teknologi bisa menjadi jalan tengah bagi pengembangan seni degung sehingga dapat menjadi karya seni pertunjukan yang sangat menarik bahkan akan menjadi kekuatan ekonomi baru untuk lebih mendapatkan apresiasi tinggi dari khalayak," Demiz, Ahad (5/11).

Sebelumnya, ia membuka Pasanggiri Seni Degung Tingkat SMU/ SMK se-Jabar Piala R.A.A Wiranatakusuma, di Gedung Rumentang Siang Bandung, Sabtu (4/11). Demiz mengungkapkan, pada kurun waktu tahun 1950-1960 seni degung mengalami perkembangan pesat bahkan dapat dikatakan sebagai masa keemasan yang selalu tampil di acara pemerintahan dan perayaan di masyarakat.

Saat itu muncul seniman sunda yang memiliki andil besar dalam perjalanan seni degung yaitu Raden Arya Adipati Wiranatakusuma kelima yang saat itu menjabat sebagai Bupati Bandung. "Lalu muncul tokoh-tokoh populer saat itu seperti Encar Carmedi, Djuju Sain dan lainnya dengan lagu yang ditampilkan berjudul Pajajaran, Gelatik Mangut, Bima mobos. Apa ada yang masih ingat lagu-lagunya?" ujar Demiz di hadapan peserta.

Pada era tahun 1980-1990 seni degung berkembang menjadi degung kawih yang juga melahirkan seniman terpopuler Nani Suratno yang kini karya-karya masih diperdengarkan dan dimainkan. Keprihatinan Demiz muncul seiring berkembangnya musik modern.

Seni degung mengalami penurunan atau meredup bahkan saat ini sulit menemukan generasi muda yang menekuni seni dagung dan jarang juga ditampilkan di panggung rakyat karena kalah pamor dengan seni modern yang tumbuh subur.

"Tapi hari ini saya melihat semangat generasi muda hadir di sini dalam pasanggiri degung. Ini menunjukkan adanya upaya melestarikan seni degung di kalangan generasi muda," ujarnya.