Ahad , 05 November 2017, 14:18 WIB

Kementan Tetap Siagakan Tim Satgas Ternak di Bali

Rep: Melisa Riska Putri / Red: Endro Yuwanto
kementan
Kementan menyiagakan tim untuk selamatkan hewan ternak di sekitar lokasi terdampak erupsi Gunung Agung.
Kementan menyiagakan tim untuk selamatkan hewan ternak di sekitar lokasi terdampak erupsi Gunung Agung.

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGASEM -- Tim Satuan Tugas (Satgas) Kementerian Pertanian (Kementan) tetap dikerahkan menjaga keselamatan ternak. Meski status Gunung Agung, Bali, telah turun dari awas menjadi siaga.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, tim Satgas terus siaga dengan melakukan monitoring dan koordinasi guna penyelamatan dan penanganan ternak serta penyaluran bantuan dari berbagai pihak.

"Kami jaga peternak dan ternaknya jangan sampai ketika terjadi bencana alam mereka jadi korban, sehingga jelas SOP untuk evakuasi sapi yang aman," ujar Ketut dalam siaran resmi usai pertemuan bersama Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Dandim Karangasem Firman Sjafrial Agustus, dan Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan di Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gunung Agung, Karangasem, Bali, Ahad (5/11).

Ketut menjelaskan, upaya penyelamatan ternak dan peternak adalah agar peternak tidak merugi karena menjual ternaknya di saat musibah. Untuk itu, perlu ada harga acuan dalam menentukan standar harga penjualan."Namun tetap yang disarankan yang dijual yakni sapi jantan," katanya.

Saat ini pemerintah telah menyiapkan lokasi penampungan ternak yang terdapat di 43 lokasi di tujuh titik sebaran, yakni Klungkung, Buleleng, Karangasem, Gianyar, Bangli, Tabanan, dan Gianyar. Jumlah ternak yang ada di penampungan sebanyak 6.584 ekor.

Ketut meminta pengawasan di penampungan harus tetap memperhatikan ketersediaan pakan, obat-obatan, dan pemeriksaan kesehatan. Menurut dia, perlu adaanya penggantian ternak yang mati atau cacat akibat bencana letusan Gunung Agung.

Namun, lanjut Ketut, upaya tersebut masih harus dibahas dengan mekanisme dan strategi yang mengedepankan langkah akuntabilitas dan transparansi untuk meminimalisasi adanya risiko pidana. "Kami telah menyiapkan 200 ekor untuk penggantian ternak yang cedera," kata dia.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri pun mengapresiasi semua pihak yang telah membantu proses evakuasi ternak di daerah rawan bencana. Sekitar 200 ribu masyarakat telah dievakuasi dan berada di tempat aman. Ia menyebutkan hampir 30 persen penduduk Karangasem bertani dan beternak sapi. "Jika orangnya selamat, maka sapinya juga harus selamat," kata dia.