Selasa , 07 November 2017, 15:38 WIB

Bandara di Sukabumi Ditargetkan Beroperasi Mulai 2020

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Endro Yuwanto
ROL/Havid Al Vizki
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan pengoperasian lapangan udara atau bandara di Sukabumi pada 2020 mendatang. Saat ini proses pembangunannya masih dalam tahapan penetapan lahan lokasi bandara yang diharapkan dekat dengan Kota Sukabumi.

"Pembebasan tanah untuk lapangan terbang 2018, dilanjutkan pembangunan 2019, dan selesai 2020," ujar Budi kepada wartawan di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Selasa (7/11).

Menurut Budi, lokasi bandara arahnya antara Sukabumi sampai Palabuhanratu dan nanti dipilih mana yang paling bagus. Terutama, lanjut dia, untuk pertimbangan keamanan seperti bandara tidak boleh ada obstacle atau penghalang seperti gunung atau halang-halangan lainnya.

Hal tersebut, kata Budi, penting diperhatikan agar bandara berfungsi dengan baik. Jenis pesawat yang masuk bandara untuk sementara jenis narrow body atau pesawat berbadan sempit.

Budi menerangkan, tahapan feasibility study (FS) pembangunan bandara di Sukabumi akan dilakukan bersamaan dengan pembebasan tanah. Melihat waktu tempuh Jakarta-Sukabumi selama enam jam, lanjut dia, sangat layak adanya bandara di Sukabumi.

Proyek pembangunan bandara ini, ungkap Budi, bisa ditawarkan kepada pihak swasta. Namun, lanjut dia, saat ini tanahnya harus dibebaskan terlebih dahulu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi.

Pasalnya, masalah pengadaan tanah seringkali menjadi kendala. Oleh karena itu, kata Budi, keterlibatan pemkab dan elemen masyarakat lainnya diperlukan untuk mengatasinya.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami menambahkan, lokasi pembangunan bandara belum ditentukan titiknya. "Sampai hari ini belum bisa meyakini lokasinya, rencananya baru survei dengan Dishub Provinsi Jabar pada pekan ini," jelas dia.

Marwan menerangkan, ada tiga opsi lokasi pembangunan bandara di Sukabumi. Pertama, lanjut dia, adalah area dekat dengan Kota Sukabumi yakni Cikembar dan Warungkiara.

Kedua, terang Marwan, eks Texmaco yang lokasinya berada di sebelah pegunungan namun bisa dibangun bandara dengan layanan satu arah. Ketiga, kata dia, kawasan Citarate, Surade yang sejak awal dijadikan lokasi bandara untuk penilaian geopark nasional Ciletuh-Palabuhanratu.

Menurut Marwan, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan bandara mencapai sekitar 400 hektare. Pemkab, kata dia, akan secara maksimal membantu pemerintah pusat dalam menyukseskan pembangunan bandara di Sukabumi.