Selasa , 07 November 2017, 18:58 WIB

Menko PMK: RSUD Ir. Soekarno Harus Optimal Layani Masyarakat

Red: Agung Sasongko
Istimewa
Menko PMK, Puan Maharani
Menko PMK, Puan Maharani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keberadaan rumah sakit di era jaminan kesehatan menjadi sangat penting di tengah kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Mutu dan kualitas pelayanan kesehatan itu dapat diukur melalui akreditasinya.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat meresmikan perubahan nama RSUD Kabupaten Sukoharjo menjadi RSUD Ir. Soekarno, Selasa (7/11).

Seperti yang diketahui, bahwa RSUD Kabupaten Sukoharjo sudah mencapai paripurna dalam standar akreditasi penilaian tertinggi. Oleh karena itu,  Puan berharap penggunaan nama Ir. Soekarno pada RSUD harus menjadi motivasi kuat bagi seluruh jajaran RSUD untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat Sukoharjo dan sekitarnya.

Pada kesempatan ini, Menko sekaligus menghimbau agar rumah sakit mampu membantu masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit.

"Jadikan rumah sakit tak hanya sebagai rujukan orang yang sakit, namun sekaligus fungsikan peran rumah sakit untuk sarana edukasi kesehatan. Buka rumah sakit bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi mencegah sakit dengan upaya promotif preventif," tutur Menko PMK dalam sambutannya.

Ditambahkannya, rumah sakit juga harus mampu menunjukkan keramahan,  jangan membuat masyarakat takut berobat dan khawatir ditolak atau tak dilayani. "Pengelolaan SDM rumah sakit harus prima, layani pasien dengan senyum,  ikhlas, dan sabar. Pelayanan yang baik tak hanya pada saat pengobatan, namun berbagai layanan lainnya," tutur Menko Puan dalam keterangannya.

Menurut Menko PMK hal tersebut sangat penting karena dengan kepuasan masyarakat yang tinggi akan mendukung suksesnya program JKN.

Menko PMK sebagai wakil pemerintah sekaligus wakil dari keluarga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas usulan nama RSUD Ir. Soekarno. Penggunaan nama proklamator sebagai nama fasilitas dan sarana pelayanan kepada masyarakat membawa konsekuensi yang tidak ringan. Salah satunya adalah menjaga kredibilitas dari nama yang telah disandangnya.

Menko berpesan agar perubahan nama RSUD menambah motivasi untuk bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dari sebelumnya. "Tadi saya bertanya kepada pasien mereka cukup puas dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit, serta pelayanan Jamkesmas dan BPJS kesehatan berjalan sebagaimana mestinya," kata Menko PMK.

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol yang membuka kain selubung patung Ir. Soekarno oleh Menko PMK.

Pada Kesempatan ini, Menko PMK sekaligus memberikan bantuan berupa pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak sekolah, balita dan ibu hamil sebanyak 1,5 ton; PKH untuk 30 kelompok usaha bersama senilai Rp.20 juta; ODF (Pembangunan Jamban) kepada 3451 KK dengan total nilai Rp.5,176 M; Sertifikat Proda 485 sertifikat; MOP (KB bagi bapak-bapak) sebanyak 96 orang; dan Paket Sembako untuk 147 keluarga miskin dengan nilai Rp.150.000 per paket.

Tampak hadir dalam kesempatan ini, antara lain Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya dan Direktur Utama RSUD Kabupaten Sukoharjo, Gani Suharto.