Kamis , 09 November 2017, 07:22 WIB

PVMBG: Gempa 5 SR Berkaitan dengan Aktivitas Gunung Agung

Red: Bilal Ramadhan
Antara/Ahmad Subaidi
Aktivitas Gunung Agung terlihat dari pesawat komersil saat melintas di atas pulau Bali, Minggu (29/10).
Aktivitas Gunung Agung terlihat dari pesawat komersil saat melintas di atas pulau Bali, Minggu (29/10).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan gempa berkekuatan 5 skala Richter yang mengguncang Karangasem, Bali, berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Agung.

"Artinya episode Gunung Agung belum selesai, masih ada energi yang besar," kata Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana melalui pesan aplikasi di Denpasar, Kamis (8/11).

Menurut Devy, pusat gempa lokal tersebut berjarak sekitar 12-13 kilometer dari puncak Gunung Agung. Sementara itu Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali menyatakan diperlukan kajian lebih lanjut terkait hubungan gempa tersebut dengan aktivitas gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut tersebut.

Terkait dampak gempa, BPBD Bali mencatat belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa setelah berkoordinasi dengan seluruh BPBD di Pulau Dewata. PVMBG mencatat aktivitas Gunung Agung mulai pukul 00.00-06.00 Wita pada Kamis (9/11) untuk gempa vulkanik dangkal mencapai 10 kali, vulkanik dalam (8), tektonik lokal (2), tektonik jauh (2) dan satu kali gempa terasa yang berkekuatan 5 skala Richter dengan durasi 198 detik.

PVMBG mengamati asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis terlihat pada ketinggian sekitar 50 meter di atas kawah puncak. Status Gunung Agung saat ini masih dalam level III atau siaga setelah diturunkan dari level IV atau awas pada Ahad (29/10) karena salah satunya didorong aktivitas gempa yang menurun.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan 5 pada skala Richter mengguncang Kabupaten Karangasem, Bali, sekitar pukul 05.54 Wita, Kamis (9/11). BMKG mencatat gempa itu berpusat sekitar 11 kilometer di timurlaut tepatnya di daerah Kubu, Kabupaten Karangasem berkedalam sekitar 10 kilometer dengan titik koordinat 8.26 lintang selatan dan 115.57 bujur timur.

Gempa susulan juga direkam BMKG dengan kekuatan lebih rendah yakni 2,4 skala Richter pada kedalaman 13 kilometer masih berpusat di timurlaut Karangasem pada pukul 06.11 WITA.

Sumber : Antara