Kamis , 09 November 2017, 18:05 WIB

Kisah Yang Chil Seoung, WNA Korsel Pejuang Kemerdekaan RI

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Budi Raharjo
Rizky Suryarandika/Republika
Anggota Komunitas Nusa Karya membersihkan makam Yang Chill Seoung asal Korea Selatan di Tenjolaya, Kecamatan Terogong Kidul, Garut, Kamis (9/11). Dia memilih berganti nama menjadi Komaruddin dan dimakamkan bersama pahlawan Indonesia lainnya
Anggota Komunitas Nusa Karya membersihkan makam Yang Chill Seoung asal Korea Selatan di Tenjolaya, Kecamatan Terogong Kidul, Garut, Kamis (9/11). Dia memilih berganti nama menjadi Komaruddin dan dimakamkan bersama pahlawan Indonesia lainnya

REPUBLIKA.CO.ID,GARUT -- Bukan hal lumrah menempatkan Warga Negara Asing (WNA) Korea Selatan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Tapi itulah yang terjadi di TMP Tenjolaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

WNA bernama Yang Chil Seoung berhak tidur abadi di TMP karena ikut berjuang bersama masyarakat Garut melawan bangsa asing dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Petugas TMP dari Dinas Sosial Garut, Imam Sukiman mengungkapkan kisah heroik Yang Chil Seoung saat komunitas Nusa Karya menggelar bersih-bersih di TMP pada Kamis, (9/11).

Imam meyakini kebenaran kisah Yang setelah kedatangan profesor asal Korea Selatan yang melakukan riset hingga datang ke makam Yang. Informasi dari profesor itu menyebut Yang lahir tahun 1919. Selanjutnya, Yang mempunyai nama Indonesia yaitu Komarudin sekaligs nama Jepang, Tanagawa.

"Komarudin asal Korea ini pernah ditelusuri benar tidaknya oleh salah seorang profesor adalah orang Korea yang membelot melawan Jepang dan Belanda," katanya pada wartawan.

Ia menuturkan Komarudin adalah tentara yang dibawa Jepang ke Indonesia untuk menjaga tahanan di Bandung. Namun Komarudin memilih pergi sampai ke Garut. Di sanalah Komarudin bergabung dengan tentara pribumi untuk melawan bangsa penjajah.

Bahkan Komarudin, menikah dengan perempuan asal Garut lalu pindah keyakinan menjadi Muslim. "Komarudin ini adalah mualaf, dia menikah dengan orang Garut," ujarnya.

Lewat kisah yang didapatnya, Komarudin bukanlah tentara kacangan. Komarudin ahli dalam pembuatan peledak. Salah satu bukti kehebatannya adalah meledakkan jembatan di wilayah Kota Garut supaya mencegah masuknya penjajah.

Namun kegigihan perjuangannya harus berakhir di tangan lawan. Komarudin ditangkap tentara Belandaa di Gunung Dora yang merupakan daerah perbatasan Kabupaten Garut dengan Tasikmalaya. Usai ditangkap, Komarudin dibawa ke Lapang Kerkof, Garut. "Di Lapang Kerkof itu Komarudin dieksekusi dengan cara ditembak," tuturnya.