Jumat , 10 November 2017, 10:57 WIB

DPP akan Proses Emil Sebagai Kader Golkar

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Andri Saubani
Republika/Prayogi
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto diampingi Sekjen Golkar Idrus Marham meberikan surat rekomendasi kepada Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Politikus Golkar Daniel Mutaqien Syafiuddin pada acara penyerahan rekomendasi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (9/11).
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto diampingi Sekjen Golkar Idrus Marham meberikan surat rekomendasi kepada Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Politikus Golkar Daniel Mutaqien Syafiuddin pada acara penyerahan rekomendasi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (9/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Golkar Yahya Zaini menuturkan, partainya akan menjadikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat ini, sebagai kader Golkar tapi dengan terlebih dulu mengikuti tahapan menjadi kader. "Ya pasti pada tahapan berikutnya (Ridwan akan jadi kader). Kalau kader kan tentu ada prosesnya. Tapi kesediaan beliau (Ridwan) untuk berlabuh bersama-sama Golkar itu tentu kami sambut dengan baik," kata dia kepada Republika, Jumat (10/11).

Yahya mengatakan, Emil, sapaan Ridwan Kamil, yang meminta sendiri untuk bisa menjadi keluarga besar Partai Golkar karena merasa punya ikatan dengan partai berlambang pohon beringin itu. Karena itu, partai tentu harus menyambut baik. Apalagi, Emil orang yang dicalonkan Golkar untuk memenangkan ke Pilgub Jabar.

"Beliau (Emil) sendiri yang meminta. Itu kan permintaan dari beliau, tentu kami sebagai partai menyambut baik. Apalagi yang bersangkutan sudah dicalonkan oleh Golkar, karena itu, sangat logis beliau masuk sebagai kader Golkar," tuturnya.

Yahya menjelaskan, Emil dalam sambutannya di agenda deklarasi dukungan Golkar untuk Pilgub Jabar 2018 Kamis (9/11) kemarin, menyampaikan keinginannya menjadi bagian dari keluarga Golkar. "Di dalam sambutannya, Kang Emil itu memang merasa punya chemistry dengan Golkar, dan dia ingin berlabuh di golkar, 'Tolong diterima saya sebagai bagian dari keluarga besar Partai Golkar'," ujar Yahya meniru perkataan Emil.