Jumat , 10 November 2017, 16:27 WIB

Polrestabes Surabaya Mengaku Terbantu dengan Adanya CCTV

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andri Saubani
Antara/Didik Suhartono
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi M Iqbal mengaku terbantu atas dipasangnya kamera CCTV di beberapa objek vital oleh Pemkot Surabaya. Sebab, dengan adanya CCTV tersebut, pihak berwajib menjadi lebih mudah untuk melakukan pengawasan pengendalian terhadap situasi di Kota Pahlawan.

"Memudahkan kita untuk melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap situasi Kota Surabaya, baik di bidang lalu lintas, kriminalitas dan lain-lain. Begitu juga pengawasan pengendalian pada anggota-anggota di lapangan," kata Iqbal saat dihubungi, Jumat (10/11).

Mantan kapolres Jakarta Utara itu melanjutkan, hingga saat ini yang mempunyai CCTV di objek-objek vital di Surabaya adalah Pemkot Surabaya. Namun, Polrestabes Surabaya memiliki keleluasaan mengakses CCTV tersebut untuk melakukan pengawasan, bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Keleluasan akses tersebut lah yang membuat Polrestabes menjadi terbantu. "Sangat terbantu. Apalagi comand center kita itu kan aksesnya nggak main-main lho. Pakai fiber optic dari Pemkot juga," ujar Iqbal.

Iqbal melanjutkan, semanjak terpasangnya CCTV, banyak sekali pengungkapan pidana atas bantuan kamera pengawas tersebut. Selain itu, kepolisian di Surabaya juga mampu bergerak cepat ketika terjadi satu peristiwa.

"Strategi keamanan kita bisa ubah karena CCTV. Seperti kemarin kan ada kejadian di Jalan Darmo (mobil menabrak tiga motor), itu karena CCTV, kita cepat langsung ke lapangan," kata Iqbal.

Iqbal juga mengapresiasi kepemimpinan Risma yang menjadikan aspek keamanan, yang leading sector-nya adalah kepolisian, bukan hanya kebutuhan tapi juga investasi. Menurutnya, itu tak lain karena Risma menyadari, ketika kotanya aman, maka semua program bisa berjalan lebih cepat.