Jumat , 10 November 2017, 17:25 WIB

Aher: Narkoba Lebih Bahaya dari Terorisme

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Arie Lukihardianti
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memusnahkan ratusan ribu kilogram narkotika di Halaman Gedung Sate, Jumat (10/11).
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memusnahkan ratusan ribu kilogram narkotika di Halaman Gedung Sate, Jumat (10/11).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan, mengajak semua masyarakat untuk terus memerangi narkoba. Karena, saat ini sebanyak lima juta orang menjadi suspect narkoba. Aher mengatakan, setiap tahunnya, ada 12 ribu suspect narkoba dengan jumlah tiga hingga empat orang per hari meninggal dunia akibat narkoba.

"Narkoba ini, lebih bahaya dari terorisme. Karena, lebih jahat, kan korbannya narkoba ini lebih banyak," ujar Ahmad Heryawan, yang akrab disapa Aher di acara Pemusnahan Narkoba di Halaman Gedung Sate, Jumat (10/11).

Aher pun mengajak semua masyarakat untuk bersatu padu mengurangi pelanggan yang menggunakan narkoba. Karena, kalau pelanggan narkobanya tak ada maka penjualnya tak akan laku. "Untuk mengurangi pengguna narkoba ini memang butuh kerja keras, ulama, dan orang tua," katanya.

Menurut Aher, ia sangat menyambut baik pemusnahan hasil tangkapan narkoba ini. Karena, ini sebagai bentuk perang terhadap narkoba. Apalagi, pelanggan sudah sangat luas sudah sampai pelajar. "Masuknya narkoba ini mudah, karena negara kita luas. Jadi, kita harus terus mengurangi pelanggan narkobanya," katanya.