Jumat , 10 November 2017, 18:15 WIB

Logistik untuk Korban Banjir Baleendah Diklaim Cukup

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Budi Raharjo
Republika/Mahmud Muhyidin
Sejumlah remaja menerobos banjir yang merendam di Jalan Raya Banjaran di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (8/3).
Sejumlah remaja menerobos banjir yang merendam di Jalan Raya Banjaran di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (8/3).

REPUBLIKA.CO.ID,SOREANG -- Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung mengklaim pasokan kebutuhan logistik untuk para pengungsi korban banjir di tiga Kecamatan yaitu Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot terpenuhi. Saat ini berdasarkan penilaian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) total pengungsi di Gedung Inkanas mencapai 118 Kepala Keluarga.

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Yusran Razak mengatakan logistik yang diberikan kepada korban banjir akan disesuaikan dengan jumlah jiwa di lokasi pengungsian. Barang logistik yang sudah dibagikan yaitu beras, mie instan, sarden, saus sambal, minyak goreng, air mineral, matras, terpal gulung, sarung, peralatan keluarga dan selimut.

"Barang tersebut didistribusikan ke kecamatan dan nanti akan diberikan secara langsung oleh kelurahan atau desa di bawah pengawasan BPBD dan Dinsos," ungkapnya, Jumat (10/11).

Menurutnya, penyaluran logistik di Kecamatan Dayeuhkolot sudah dilakukan dua kali termasuk di Baleendah. Katanya, pasokan logistik relatif aman sebab didanai oleh APBD Kab Bandung, Provinsi dan Kementerian Sosial.

Ia menuturkan, bagi korban banjir yang tidak mendapatkan bantuan maka terlebih dahulu harus terdaftar di posko-posko bantuan atau pengungsian yang didirikan pemerintah. Agar mempermudah untuk kami data, karena sulit untuk menyalurkan bantuan jika tidak terdata," katanya.

Sementara itu bagi warga yang tidak datang ke pengungsian, maka pihaknya menganggap mereka sudah mampu bertahan tanpa bantuan. Hal itu berdasarkan hasil rapat dari BPBD dan stakeholder lainnya.