Sabtu , 11 November 2017, 01:17 WIB

CCTV Surabaya tak Hanya untuk E-Tilang

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani
Republika/Putra M. Akbar
Closed Circuit Television (CCTV)
Closed Circuit Television (CCTV)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, pemasangan kamera CCTV di beberapa objek vital di Surabaya bukan hanya untuk kepentingan e-Tilang saja. Tetapi, lebih jauh dari itu, pemasangan CCTV tersebut juga dimaksudkan untuk menciptakan keamanan dan penjagaan.

Maka dari itu, lanjut Risma, Pemkot Surabaya secara rutin memberikan suplai data ke Polrestabes Surabaya. Saat ini, lanjut wali kota perempuan pertama di Surabaya itu, Pemkot Surabaya sudah memasang lebih dari 1.000 kamera CCTV di titik-titik vital.

"Jadi bukan hanya e-Tilang aja, tapi paling utama untuk keamanan. Karena banyak obyek vital di Surabaya ini seperti Rumah Konjen, mal, pasar, yang itu semua ada kameranya. Karena masuk obyek vital ya kita serahkan ke kepolisian untuk pengamanan," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Jumat (10/11).

Risma menjelaskan, tujuan pertama penyerahan akses data ke Polrestabes Surabaya adalah untuk kelancaran lalu lintas, yang eksekusinya tetap di Pemkot. Tujuan kedua adalah untuk menciptakan keamanan, dan ketiga adalah untuk penjagaan.

"Nanti kalau kami ada tambahan peralatan, ya kita kirim ke Polrestabes (datanya)," ujar Risma.

Risma merencanakan, ke depannya data yang dimiliki Pemkot Surabaya dari CCTV tersebht tidak hanya diberikan ke Polrestabes, melainkan juga ke Polsek-Polsek. Sehingga, ketika ada peristiwa yang tertangkap CCTV tersebut, penanganan dari pihak kepolisian ya bisa lebih cepat.

"Nanti kalau bisa sampai Polsek. Kalau sampai Polsek eksekusinya cepat, kalau ada kejadian di suatu tempat langsung menindaklanjuti ke Polsek dan ke kecamatan," kata Risma.