Jumat , 10 November 2017, 20:16 WIB

Demiz Minta Jangan Ada Lagi Pembubaran Kegiatan Keagamaan

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Teguh Firmansyah
Republika/Agung Supriyanto
 Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar.
Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar menyayangkan adanya penolakan kegiatan Ustaz Bachtiar Nasir dan KH Ahmad Shabri Lubis dalam Tabligh Akbar pada Sabtu (11/11) di Garut oleh sekelompok masyarakat. Pria yang akrab disapa Demiz itu, berharap aparat keamanan bisa bersikap tegas dalam mengendalikan keamanan tanpa ada tekanan manapun. Terutama, saat mengizinkan atau tak mengizinkan suatu kegiatan digelar.

"Kalau kegiatan agama ditekan dan dibubarkan oleh sekelompok golongan, lalu dibiarkan, ini bisa terjadi di semua tempat di Indonesia. Jadi tak hanya Garut saja," ujar Deddy Mizwar yang akrab disapa Demiz, Jumat (10/11).

Menurut Demiz, masalah pembubaran kegiatan harusnya sepenuhnya diserahkan pada aparat keamanan. Karena, hanya aparat yang tahu pasti tingkat kerawanan keamanan sebuah kegiatan seperti apa.

"Yang mengizinkan dan tak mengizinkan, hanya aparat yang berhak. Gak boleh, ada kelompok manapun yang melarang. Karena nantinya, kelompok satu dan lainnya melarang karena suka dan tak suka. Ini kan berabe," katanya.

Demiz khawatir, kalau pelarangan kegiatan oleh sekelompok masyarakat dibiarkan maka akan terus meluas di masyarakat. Karena, organisasi lain bisa melakukan hal yang sama akibat rasa tak suka. "Serahkan pada aparat hukum dan kemanan yang tahu situasi. Hanya mereka yang bisa menghentikan kalau di anggap bahaya. Aparat keamanan itu pemrrintah yang sah," katanya.

Demiz berharap, upaya pembubaran kegiatan tersebut tak boleh ada lagi di Jabar. Karena, nanti antara Ormas akan saling meneka. "Ini bahaya. Tak boleh terjadi di Jabar," katanya.