Jumat , 10 November 2017, 20:32 WIB

Mentan Ancam Cabut Izin Distributor Pupuk di Lampung

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Hazliansyah
Republika/Mursalin Yasland
Mentan Andi Amran Sulaiman menghadiri panen raya padi Ciherang seluas 300 hektare di Desa Mandalasari, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Jumat (10/11)
Mentan Andi Amran Sulaiman menghadiri panen raya padi Ciherang seluas 300 hektare di Desa Mandalasari, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Jumat (10/11)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKADANA -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengancam akan mencabut izin distributor pupuk di Kabupaten Lampung Timur (Lantim) yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Hal tersebut dikatakan Mentan saat mendengar keluhan dari petani bahwa sering terjadi kekosongan stok pupuk di wilayah Lantim.

"Mana distributornya, naik ke sini (panggung)," ujar Mentan calam acara dialog dengan petani seusai panen raya padi di Desa Mandalasari, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lamtim, Provinsi Lampung, Jumat (10/11).

Namun sayangnya tidak ada satu pun distributor pupuk yang mau menjelaskan perihal tersebut. Akhirnya Mentan mengultimatum para distributor untuk dapat menyelesaikan masalah distribusi kepada kelompok tani selama satu pekan ke depan.

"Saya tunggu satu minggu, urusan distribusi pupuk segera selesai. Kalau tidak, saya cabut izinnya," tantang Mentan di hadapan para petani, kelompok tani, dan pejabat setempat, termasuk Bupati Lamtim Chusnunia Chalim.

Menurut dia, persoalan distribusi pupuk kepada petani sudah seharusnya tidak terjadi lagi, sehingga program swasembada beras segera terwujud. Akan tetapi, lanjut dia, kalau masih ada distributor pupuk yang nakal, ia akan segera cabut izinnya.

"Saya akan cabut 'nyawanya' sampai minggu depan," katanya tegas.

Bupati Lamtim Chusnunia Chalim mengakui masih selalu terjadi persoalan mengenai distribusi pupuk kepada petani. Di hadapan Mentan ia berterus terang, bahwa persoalan persediaan pupuk petani di kabupatennya selalu terulang.

"Kami berharap Pak Menteri bisa mencarikan solusinya, agar petani tidak susah lagi cari pupuk," kata Chusnunia.