Sabtu , 11 November 2017, 13:47 WIB

Go Ploong, Aplikasi Daring Layanan Sedot Tinja di Gresik

Red: Andri Saubani
Ist
Aplikasi Go Ploong diluncurkan oleh Pemkab Gresik, Jawa Timur.
Aplikasi Go Ploong diluncurkan oleh Pemkab Gresik, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jawa Timur akan meluncurkan aplikasi daring berbasis Android bernama Go Ploong untuk melayani limbah domestik masyarakat setempat, seperti sedot tinja. "Mulai saat ini, aplikasi ini sudah bisa diunduh di layanan play store Android," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik Bambang Isdianto di Gresik, Sabtu (11/11).

Bambang mengatakan bahwa peluncuran aplikasi itu sebagai upaya pemkab yang bertekad menjadi kota smart city berbasis daring. "Go Ploong adalah sebuah layanan untuk masyarakat yang berbasis aplikasi dan pertama di Indonesia," katanya.

Layaknya seperti aplikasi angkutan daring, kata dia, aplikasi ini juga sama untuk layanan jasa sedot limbah domestik di perumahan maupun perkantoran.

Bambang mengatakan, bahwa pengoperasian aplikasi itu seperti biasa dengan menggunakan gawai untuk memesan kendaraan sedot limbah secara daring, dan untuk melayani warga yang membutuhkan jasa sedot limbah domestik di rumah tangga, seperti sedot tinja di tangki septik (septic tank) dengan tujuannya untuk mengendalikan pencemaran lingkungan.

"Ini adalah salah satu upaya kami untuk mempercepat penanganan pengendalian pencemaran air dan tanah. Aplikasi ini merupakan sarana untuk mempermudah komunikasi," katanya.

Aplikasi itu, kata dia, terintegrasi dengan nomor induk kependudukan (NIK) masyarakat Gresik, dan hanya melayani masyarakat Kabupaten Gresik. "Karena terintegrasi dengan NIK, untuk mendaftar perlu mengunduh dahulu aplikasi tersebut di play store Android, kemudian mendaftar dengan memasukkan NIK. Di sana ada beberapa menu pilihan," katanya.

Aplikasi itu, kata Bambang, segera dijalankan dengan menunggu terlebih dahulu perda terkait hal tersebut. Hal ini karena menyangkut operasional dan tarif. "Tentu saja tarif yang kami persiapkan sangat murah dibanding yang telah diberlakukan oleh swasta selama ini," katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Limbah Cair Domestik Mohammad Arif Setiawan mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih punya dua truk tangki penyedot. Meskipun demikian, pihaknya tidak khawatir akan kewalahan karena ada 150 truk tangki milik swasta yang ada di Gresik siap diajak bekerja sama dan mendukung untuk kebaikan bersama.

Kepala Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono menambahkan bahwa penggunaan aplikasi Go Ploong masih sebatas pada penyedotan limbah pada instalasi pengolahan air, limbah (ipal) komunal yang ada di Gresik. Selanjutnya, limbah tersebut diolah pada instalasi pengolahan air lumpur tinja (IPLT) dengan kemampuan sekitar 45 meter kubik per hari.

"Memang ke depan ada rencana peningkatan pengolahan dengan membangun dua IPLT baru di beberapa wilayah. Hal ini untuk mencukupi kebutuhan program Go Ploong," katanya.

Sumber : Antara