Selasa , 14 November 2017, 15:37 WIB

Puluhan Rumah Rusak Akibat Pergerakan Tanah di Banjaranyar

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andi Nur Aminah
Antara/Adeng Bustomi
Rumah warga terdampak bencana pergerakan tanah
Rumah warga terdampak bencana pergerakan tanah

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Pergerakan tanah di Desa Pasawahan Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis Jawa Barat mengakibatkan kerusakan puluhan rumah warga. Pergerakan tanah ini diperkirakan akan terus terjadi seiring dengan curah hujan yang cukup tinggi pada bulan November.

Camat Banjaranyar, Wawan Hermawan, mengatakan rumah yang mengalami kerusakan umumnya terletak dekat dari lereng tebing. Menurutnya pergerakan tanah berlangsung sejak tiga pekan terakhir.

Tak hanya merusak puluhan rumah warga, pergerakan tanah ikut membuat murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pasawahan sulit menjalankan kegiatan belajar mengajar. Sebab MI Pasawahan mengalami kerusakan parah. Alhasil, puluhan siswa MI Pasawahan harus belajar di dalam tenda darurat.

"Rumah yang rusak akibat pergerakan tanah diperkirakan ada puluhan, lokasinya berada tidak jauh dari tebing. Tingkat kerusakan juga mulai ringan hingga rusak berat. Sampai saat ini pergerakan juga masih berlangsung mengingat hujan masih terus terjadi," katanya pada wartawan, Selasa (14/11).

Warga setempat, kata dia belum merencanakan evakuasi. Pihaknya saat ini menunggu tim yang akan melakukan survei lapangan di kawasan Pasawahan. Nantinya hasil survei akan menjadi dasar pengambilan keputusan bagi warga yang tinggal di lokasi rawan bencana disana.

"Kami belum bisa memastikan apakah warga tetap tinggal di tempat semula atau terpaksa harus direlokasi. Keputusan itu menunggu kesimpulan dari tim khusus yang akan melaksanakan survei," ujarnya.

Untuk sementara ini, ia mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan pergerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan. Sehingga ketika kondisinya mengkhawatirkan maka warga bisa secepatnya meninggalan lokasi.

"Saya minta agar siskamling lebih diintensifkan, demikian pula ketika turun hujan lebat atau hujan kecil dengan durasi lama, lebih baik mencari tempat yang lebih aman. Apalagi banyak rumah yang berada di tempat rawan, karena topografinya berbukit," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Ani Supriani, menyatakan BPBD berkomitmen memantu warga. BPBD bersama Dinas Sosial Ciamis telah menyalurkan bantuan kepada warga yang rumahnya mengalami pergerakan tanah di wilayah Pasawahan, tersebar di Dusun Ciakar, Dusun Ciawitali dan Dusun Karanganyar.

"Hasil pendataan, tercatat ada 35 rumah yang rusak mulai ringan sedang dan berat. Selain itu juga MI Pasawahan rusak dan ambruk. Kami juga terus melakukan pemantauan intensif,"  ungkapnya.