Rabu , 15 November 2017, 09:25 WIB

Dua Mahasiswa Udayana Tenggelam di Pantai Tegalwangi

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Yasin Habibi
Ilustrasi.
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JIMBARAN -- Dua mahasiswa Universitas Udayana, Provinsi Bali ditemukan tak bernyawa saat berenang di Pantai Tegalwangi, Jimbaran, Kabupaten Badung, Selasa (14/11) malam. Keduanya bernama I Putu Edi Putra Juliawan (19 tahun) asal Kintamani, Bangli dan I Gede Agus Aditya Putra (19) asal Kerambitan, Tabanan.

Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana mengatakan tim baru mengerahkan anggota untuk mencari jasad korban sekitar pukul 18.40 WITA. Kendaraan dan peralatan penunjang disiapkan, seperti truk dan mobil penyelamat yang membawa kapal karet dan peralatan SAR lainnya.

Menurut kesaksian seorang petugas keamanan, Kadek Ardana, dan teman kedua korban yang selamat, kedua korban asik berenang sejak pukul 17.00 WITA. Air laut mendadak pasang sekitar pukul 18.15 WITA dan menarik tiga orang dari mereka.

"Satu orang berhasil diselamatkan turis asing, sementara dua orang tenggelam terbawa arus," kata Gede Ardana kepada Republika.co.id, Rabu (15/11).

Tim SAR menyisir bibir pantai sekitar pukul 18.55 WITA, tepatnya sekitar lokasi korban terseret arus. Korban pertama berhasil ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pukul 22.30 WITA di sebelah selatan lokasi tenggelam. Jenazahnya langsung dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan kendaraan evakuasi.

Pada Rabu (15/11), pukul 06.30 WITA, tim kembali melanjutkan pencarian jasad korban kedua. Jet ski dan kapal karet dari Pantai Muaya mulai diturunkan sejak pukul 05.30 WITA. Tim pun menemukan jasad korban kedua sekitar 10 meter dari bibir Pantai Tegalwangi setelah sempat terombang-ambing ombak. Korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Kintamani.

Gede Ardana sempat mengajak keluarga korban dan tim bersembahyang di Pura Segara di Pantai Tegalwangi sebelum melanjutkan pencarian. Keberhasilan evakuasi ini juga tak lepas dari kerja sama dengan Kepolisian Sektor Kuta Selatan, serta rekan dan keluarga korban.