Rabu , 15 November 2017, 14:30 WIB

Jalur KA di Cipeundeuy-Cirahayu Tertutup Material Longsor

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Karta Raharja Ucu
Antara/Adeng Bustomi
 Ilustrasi tanah longsor.
Ilustrasi tanah longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hujan deras yang terus mengguyur kawasan Garut dan sekitarnya membuat rel kereta api di kawasan Cipeundeuy-Cirahayu di km 239+3/4 tertimbun longsor, Selasa (14/11) sekitar pukul 19.15 WIB. Material tanah menimbun rel mencapai panjang sekitar 10 meter tersebut mengakibatkan KA Mutiara Selatan tertahan longsoran di daerah Cirahayu Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus, pada pukul 20.37 WIB longsor sudah teratasi. Jadi, kereta sudah bisa melintas seperti biasa. Kereta api (KA) pertama yang melintas adalah KA Mutiara Selatan.

"Kami terima laporan dari Masinis Kereta 112 (Mutiara Selatan) bahwa di km 239+3/4 terdapat longsoran. Penyebabnya, kemungkinan akibat curah hujan yang tinggi," katanya.

Joni mengatakan, sebagai tindak lanjut dari laporan tersebut, ia mengerahkan regu flying gang dan regu resort jalan rel Ciawi. Selain itu, ia mengerahkan dua unit alat berat sejenis eksavator ke lokasi.

"Akibat longsor, KA Mutiara Selatan tertahan di stasiun Cirahayu dan mengalami keterlambatan 45 menit," katanya.

Selain itu, KA kahuripan pun tertahan di stasiun warung bandrek dan mengalami keterlambatan 30 menit. "Saat ini lokasi dijaga oleh petugas dan alat berat masih disiagakan," katanya.