Jumat , 17 November 2017, 19:21 WIB

Beredar Baliho Bergambar Dirinya dan Setnov, Ini Reaksi Emil

Red: Andri Saubani
Republika/Prayogi
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto berjalan bersama Walikota Bandung Ridwan Kamil pada acara penyerahan rekomendasi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (9/11).
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto berjalan bersama Walikota Bandung Ridwan Kamil pada acara penyerahan rekomendasi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (9/11).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kandidat calon gubernur (cagub) Jawa Barat, Ridwan Kamil, enggan mengomentari beredarnya spanduk dan baliho yang bergambar dirinya bersama ketua DPP Golkar, Setya Novanto, yang bertebaran di beberapa daerah termasuk di Kota Bandung. "Saya tidak bisa mengomentari hal-hal yang tidak saya pahami, itu silakan saja, tanyanya kepada yang memasang aja," ujar Ridwan Kamil di Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (17/11).

Kehadiran baliho maupun yang spanduk menjadi polemik, terlebih dengan ditetapkannya Setnov sebagai tersangka kasus proyek KTP-Elektronik (KTP-el) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia pun enggan berkomentar terkait status Setnov saat ini.

Menurutnya, dalam politik selalu terdapat gejolak yang menimpa seluruh partai. Untuk itu, ia lebih memilih sikap tenang dan tidak terlalu responsif menanggapi isu yang berkembang termasuk spanduk maupun baligo tersebut. "Saya menjalani sudah sangat tenang, apa adanya, tidak reaktif nanti juga di hari pendaftaran semua yang berdinamika juga akan berakhir. Kalau dikit-dikit responsif, reaktif, saya kira itu menambahi kebisingan saja," katanya.

Kehadiran baliho maupun spanduk itu, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap elektabilitas Ridwan Kamil di Pilkada Jabar. Selain itu, juga dikhatirkan pula akan memperpanas suasana di dalam tubuh Golkar Jabar yang masih tetap setia kepada Dedi Mulyadi.

Sementara saat dikonfirmasi, Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasi DPD Golkar Jawa Barat, Arya Girinaya mengatakan, pihaknya tidak pernah memerintahkan pemasangan atribut sosialisasi itu. "Kemungkinannya kecil itu resmi dari DPD karena tidak ada instruksi. Soalnya masih ada beberapa kendala psikologis yang belum selesai terkait dukungan rekomendasi DPP Golkar untuk Kang Emil dan Mas Daniel," katanya.

Sumber : Antara

Berita Terkait