Senin , 20 November 2017, 13:36 WIB

Kopassus Temukan Dua Mayat Penyandera di Papua

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Teguh Firmansyah
dok. Puspen TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya membebaskan 347 warga masyarakat yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya membebaskan 347 warga masyarakat yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sehari setelah proses evakuasi sandera di Papua, pasukan Kopassus melakukan pembersihan area. Petugas menemukan dua mayat dengan senjata. Kedua mayat tersebut dianggap sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) karena atribut yang dikenakannya.

"Bukan saat evakuasi (ditemukannya). Tapi, besoknya pada saat Kopassus pembersihan mendapat dua mayat dengan senjata," ujar Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cendrawasih Letnan Kolonel Infantri M Aidi kepada Republika.co.id, Senin (20/11).

Aidi menuturkan, mayat ditemukan di sekitar Kampung Kimberly, Papua. Mayat-mayat tersebut kemudian diserahkan kepada warga di sana. Kemudian, lanjut dia, sesuai dengan adat Papua mayat tersebut langsung dibakar oleh warga. "Sesuai dengan adat Papua, mayat korban perang biasanya langsung dibakar," jelas Aidi.

Ia mengatakan, kedua mayat tersebut tak dikenali identitasnya. Namun yang jelas keduanya itu dari pihak penyandera. Selain terdapat senjata jenis pistol cold defender buatan Amerika Serikat (AS) No. 2162020 cal 11 MM dengan 6 butir amunisi, mayat-mayat itu ditemukan mengenakan simbol-simbol OPM.

"Satu orang menggunakan kaos loreng TNI celana hitam sampai lutut, pakai sepatu boot, dan ikat kepala bintang kejora. Yang satu lagi, celana selutut tanpa baju, sepatu boot karet, noken bintang kejora," tutur Aidi.

Sebelumnya, Polri dan TNI telah melakukan upaya pembebasan warga sipil yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Tembagapura, Jumat (17/11). Sebanyak 322 orang dewasa dan 23 anak dari Desa Kimbeli dan Utikini telah dibebaskan.

Pembebasan dilakukan sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Aparat telah menguasai lokasi sekitar pukul 11.00 WIT. Proses evakuasi sandera berjalan sampai sekitar pukil 12.00 WIT. Rombongan pertama masyarakat yang dievakuasi telah sampai di Mapolsek Tembagapura dengan selamat.

Berita Terkait