Selasa , 21 November 2017, 19:49 WIB

Ketua PDIP Solo Khawatir Kasus KTP-El Bunuh Karakter Ganjar

Rep: Andrian Saputra/ Red: Andri Saubani
Antara/Hafidz Mubarak A
Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Ketua DPC PDI Perjuangan Solo yang juga Wali Kota Solo, F.X Hadi Rudyatmo khawatir kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektroni (KTP-el) dijadikan isu untuk membunuh karakter Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo jelang Pilgub Jateng 2018. Terlebih, dalam kesaksian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin di persidangan kasus proyek KTP-el dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikior pada Senin (20/11), nama Ganjar Pranowo kembali disebut menerima uang untuk kelancaran proyek tersebut.

"Kalau hanya diucapkan, disebat-sebut, ini hanya akan menjadi beban bagi calon gubernur yang disebut namanya, nanti jadi komoditas politik untuk black campaign," tutur Rudyatmo pada Selasa (21/11).

Diketahui dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin, majelis hakim meminta kejelasan salah satu poin dalam berita acara pemeriksaan (BAP) M Nazaruddin. Di mana dalam BAP itu, disebutkan saksi yakni Nazaruddin dan terdakwa Andri Narogong berkumpul di ruang kerja Mustoko Weni Banggar Komisi II DPR kala itu. Selanjutnya saksi mendengar Mustoko menghubungi Ganjar melakui telepon.

Setelah itu, dalam pembacaan BAP Nazaruddin, hakim menyebutkan Ganjar tiba di ruang kerja Mustoko dan menerima uang sebesar 500 ribu dolar AS. Sementara itu, dalam keterangan Nazaruddin atas BAP yang dibacakan majelis hakim, membenarkan adanya kronologi tersebut. Kendati demikian, Nazaruddin mengatakan saat itu Ganjar sempat menolak lantaran hanya diberi 100 ribu dolar AS. Ganjar hanya bersedia menerima jika nominal uang yang diberikan sebesar 500 ribu dolar AS.

"Informasi yang saya dapat itu beliau pernah ditawari tapi menolak, (lalu) tolakannya itu entah lah dibagikan ke siapa. Namun menurut saya Ganjar nampaknya dia tak terlibat dan menerima," katanya.

Rudyatmo pun menantang KPK untuk membuktikan pernyataan Nazaruddin. Dia mendorong KPK bergerak cepat untuk menyelesaikan kasus tersebut. "Kalau memang (Ganjar) besalah segera dieksekusi, jangan digantung gitu. Kaya Setnov langsung eksekusi, jangan disebat-sebut saja. KPK tolong pastikan betul," tuturnya.

Terkait Pilgub Jateng 2018, Rudyatmo mendukung penuh pasangan pejawat untuk kembali maju. Ia optimistis pasangan Ganjar Pranowo dan Heru Soedjatmoko mampu kembali unggul dan menjadi pemenang Pilgub Jateng. Meski demikian, hingga saat ini, DPP PDI Perjuangan belum memutuskan sosok yang akan diusung untuk Pilgub Jateng.

Berita Terkait