Rabu , 22 November 2017, 16:04 WIB

Duet Cak Imin-AHY Dinilai Figur Alternatif di 2019

Red: Agung Sasongko
Republika/Agung Supriyanto
Kotak suara Pilpres(ilustrasi)
Kotak suara Pilpres(ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemilihan presiden dan wakil presiden pada 2019, tinggal dua tahun lagi digelar. Pemuda harus bersatu padu untuk memunculkan figur baru yang kaya pengalaman dan gagasan cermerlang.

Relawan Pro One (Pro-1) yang sudah mendeklarasikan duet Muhaimin Iskandar-Agus Harimurti Yudhoyono (Cak Imin-AHY) mengusulkan agar ada penyegaran kepemimpinan di Republik Indonesia (RI).

Koordinator Pro-1 Sulawesi Selatan (Sulsel), Rusdianto mengatakan, organisasi yang dipimpinnya tidak terafiliasi dalam parpol mana pun. "Kami kelompok muda nonparpol. Dan kami menolak dikait-kaitkan dengan parpol mana pun," kata Rusdianto dalam siaran pers, Rabu (22/11).

Menurut dia, Presiden Jokowi memang sudah membangun infrastruktur dan perlu didukung sampai 2019. Hanya saja, sambung dia, di Sulsel masih ditemukan kemiskinan semakin bertambah, kesenjangan sosial masih ditemui di mana- mana, angka pengangguran meningkat hingga keberhasilan Presiden Jokowi perlu dievaluasi.

Menurut dia, sosok yang pas untuk memimpin RI periode 2019-2024 adalah berkarakter muda dan punya pengalaman lengkap. "Kita membutuhkan sosok alternatif. Agar pilihan rakyat menjadi semakin beragam dalam pemilu 2019 ini. Duet Cak Imin-AHY kami harap dapat menjadi jalan tengah yang mengimbangi kerasnya pertarungan politik akhir-akhir ini," tutur Rusdianto.

Dia mengklaim, relawan Pro-1 Sulsel siap menggalang masyarakat di Provinsi Sulsel agar dapat mulai mensosialisasikan duet Cak Imin-AHY sebagai capres dan cawapres 2019. Menurut Rusdianto, duet Cak Imin-AHY layak dipercaya karena sampai saat ini keduanya figur bersih, punya partai politik, dan bisa menjembatani semua elemen masyarakat.

"Kita pahami bahwa sulawesi selatan memiliki corak kehidupan yang begitu beragam sehingga dibutukan pemimpin yang terbuka, religius dan penuh dengan ide- ide baru demi menjawab tantangan begitu cepat berubah," kata Rusdianto

Berita Terkait