Kamis , 07 December 2017, 17:57 WIB

Batik Fashion Fair 2017 Pacu Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Antara.
Gelaran Batik Fashion Fair.
Gelaran Batik Fashion Fair.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Timur, Fatma Saifullah Yusuf menyatakan, pameran Batik Fashion Fair 2017 merupakan salah satu upaya Pemprov Jatim dalam menggerakkan pertumbuhan sektor riil perekonomian daerah. Gelaran pameran batik ini juga merupakan refleksi kepedulian pemerintah daerah dalam melestarikan dan mengembangkan salah satu seni budaya.

"Batik kan seni budaya sejak ratusan tahun yang lalu dan telah menjadi salah satu ciri pribadi bangsa Indonesia dalam berbusana. Disadari juga bahwa kegiatan ini mempunyai dampak terhadap pertumbuhan perekonomian daerah," kata Fatma, Kamis (7/12).

Dijelaskan, pameran ini menampilkan berbagai keindahan hasil karya produk fashion berupa batik, tenun, sulaman, bordir, dan aneka produk kerajinan aksesoris. Fatma berharap, kegiatan pameran ini bisa mengubah pola pandang masyarakat dalam mencintai batik Indonesia, khususnya Jatim.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat untuk menjadi penggemar batik. Karena batik tidak terbatas pada rentang usia sehingga siapa saja bisa menggunakan batik tanpa harus merasa kuno atau out of date.

“Ke depan masyarakat harus bisa terdorong untuk lebih mencintai dan senang memakai produk dalam negeri,” ujarnya, dalam siaran pers.

Terkait pengembangan batik di Jatim, Fatma meyakinkan Pemprov Jatim memiliki kepedulian yang tinggi dalam pengembangannya. Terbukti, Provinsi Jatim telah beberapa kali mendapat prestasi dalam pengembangan batik dengan mendapat rekor MURI.

Beberapa penghargaan itu di antaranya rekor replika kipas batik terbesar, rekor replika batik Jembatan Suramadu, dan rekor replika sepatu motif batik terbesar.

“Yang paling membanggakan karena berhasil memecahkan rekor untuk kategori motif terbanyak yaitu 1.120 motif dari 22 kabupaten/kota di Jatim pada kain sepanjang 70 meter,” kata Fatma.