Jumat , 08 December 2017, 04:44 WIB

1,4 Juta Warga Jateng Masih BAB Sembarangan

Red: Didi Purwadi
Antara/Wahdi Septiawan
Ilustrasi warga masih beraktivitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) di aliran sungai.
Ilustrasi warga masih beraktivitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) di aliran sungai.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan bebas buang air besar (BAB) sembarangan pada 2019. Hal tersebut sebagai upaya penerapan perilaku hidup sehat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Target kita harus 100 persen setop BAB sembarangan pada 2019 di semua daerah," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Purwani di Semarang, Kamis.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, lebih dari 1,4 juta kepala keluarga dari sekitar 10 juta kepala keluarga di Jateng masih BAB sembarangan. Dari jumlah tersebut, memang tidak keseluruhan selalu BAB sembarangan karena ada juga yang sudah mulai menghentikannya secara bertahap.

"Sekitar 30 persen dari jumlah itu sudah mulai setop BAB sembarangan,'' katanya. ''Kondisi ini tersebar hampir merata di seluruh wilayah Jateng.''

Terkait dengan masih banyaknya masyarakat yang BAB sembarangan, Dinkes Jateng bersama pihak terkait akan terus melakukan percepatan agar target bebas BAB sembarangan pada 2019 bisa tercapai. "Perlu percepatan yang harus didukung semua sektor," katanya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, baik bupati/wali kota, camat hingga kepala desa memberikan dukungan regulasi, pendanaan, serta komitmen agar target bebas BAB sembarangan tersebut bisa tercapai.

Gerakan dari Dinkes Jateng, kata dia, berupa menggiatkan budaya malu jika masih BAB sembarangan. Sehingga, hal itu diharapkan bisa memunculkan kebiasaan di masyarakat dalam berperilaku hidup sehat.

Sumber : Antara