Sabtu , 13 January 2018, 03:40 WIB

Batam Kembangkan Pariwisata Bahari

Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Prayogi
Wisatawan menikmati keindahan arsitektur jembatan Fisabilillah atau jembatan Barelang di Batam, Kepulauan Riau.
Wisatawan menikmati keindahan arsitektur jembatan Fisabilillah atau jembatan Barelang di Batam, Kepulauan Riau.

REPUBLIKA.CO.ID,  BATAM -- Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau ingin mengembangkan pariwisata bahari, terutama mengoptimalkan pantai sebagai objek tujuan pariwisata untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan internasional.

"Kami ingin mengembangkan pariwisata di pantai," kata Wali Kota Batam Kepulauan Riau.

Untuk mengembangkan pariwisata di pantai, maka Pemkot perlu memastikan hak pengelolaan di sejumlah pantai. Hal itu mengingat pemegang hak kelola lahan di Pulau Batam adalah Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, bukan Pemkot.

Menurut dia ada beberapa pantai yang potensial untuk dikembangkan di pulau utama dan pulau penyangga. "Ada beberapa pantai, kami siapkan regulasi," kata dia.

Sambil menunggu regulasi untuk mengembangkan pariwisata di pantai, Pemkot Batam kini memperbaiki infrastruktur kota, juga untuk menarik wisman.

Selama ini, kebanyakan wisman, terutama asal Singapura dan Malaysia yang datang ke Batam untuk menikmati wisata dengan berbelanja di tengah kota. Wali Kota menekankan keseriusan pemerintah membangun industri pariwisata, sebagai penyokong ekonomi masyarakat.

Tugas utama pemerintah membangun infrastruktur untuk membuat pelancong nyaman selama berada di kota yang berseberangan dengan Singapura dan Malaysia itu.

Ia mengaku pemerintah belum menyelenggarakan acara khusus untuk mendatangkan wisman, karena fokus utama masih untuk memperbaiki infrastruktur. "Pembenahan jalan utama dan jalan alteri. Acara apa pun yang mau ditampilkan, kalau kota jelek, bagaimana. Seperti menyuruh orang ke rumah saya, rumahnya harus cantik, wangi dulu," kata dia.

Wali Kota juga mempersilahkan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, bila ingin menyelenggarakan kegiatan penarik wisman. Menurut dia, tidak penting siapa yang menyelenggarakan kegiatan, karena yang diuntungkan adalah masyarakat Batam.

Namun, Wali Kota mengingatkan agar menyelenggarakan kegiatan untuk wisatawan domestik dan wisatawan manca negara, bukan untuk lokal Batam. "Kalau hanya mendatangkan orang lokal, uang tidak masuk," kata dia.

Sumber : Antara