Sabtu , 13 January 2018, 07:15 WIB

Pergerakan Tanah Ancam Gedung Sekolah dan Rumah di Kuningan

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andi Nur Aminah
Antara/Adeng Bustomi
Warga gotong royong membersihkan halaman yang terdampak bencana pergerakan tanah (ilustrasi)
Warga gotong royong membersihkan halaman yang terdampak bencana pergerakan tanah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  KUNINGAN -- Hujan dengan intensitas tinggi membuat bencana pergerakan tanah kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Kali ini, pergerakan tanah melanda Blok Desa RT 03 RW 01 Desa Patala, Kecamatan Cilebak.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menjelaskan, bencana itu terjadi pada Senin (8/1) pukul 16.30 WIB. Meski BPB DKuningan telah menurunkan Tim Assessment, namun hingga kini belum ada penanganan lebih lanjut. "Di lokasi itu sangat dibutuhkan kajian dari Badan Geologi," kata Agus, Jumat (12/1).
 
Agus menjelaskan, bencana pergerakan tanah itu terjadi di kawasan permukiman, persawahan serta kebun milik warga. Bencana tersebut membuat lapangan olah raga SDN 1 Patala, persawahan dan kebun seluas kuranglebih 4.000 meter persegi mengalami retakan selebar 20 hingga 40 cm, dengan panjang retakan sekitar 100 meter.
 
Selain itu, pergerakan tanah juga mengancam gedung sekolah SDN Patala 1 dan 12 unit rumah warga yang dihuni 37 jiwa. Sawah milik warga seluas kurang lebih 1.400 meter persegi juga mengalami retak-retak. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu," terang Agus.
 
Agus mengatakan, pergerakan tanah terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi selama tiga jam. Dia pun mengimbau warga untuk selalu waspada karena puncak musim hujan masih berlangsung hingga saat ini. Sementara itu, berdasarkan Peta Prakiraan Curah Hujan Dasarian I Januari 2018 dan Peta Prakiraan Probabilistik Dasarian I Januari 2018, untuk Kuningan selatan, peluang hujannya masuk kriteria tinggi, yakni mencapai 150 hingga 300 milimeter.