Senin, 7 Sya'ban 1439 / 23 April 2018

Senin, 7 Sya'ban 1439 / 23 April 2018

Ratusan Keluarga Dievakuasi Akibat Erosi Tanah Gunung Mampok

Sabtu 13 Januari 2018 22:21 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Longsor (Ilustrasi)

Longsor (Ilustrasi)

Foto: Antara/Fikri Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Pemerintah Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau mengevakuasi lebih dari 100 keluarga akibat erosi permukaan tanah Gunung Mampok, Kecamatan Letung. Salah seorang warga Letung, Kepulauan Anambas, Zuhaimi, mengatakan, lumpur yang dibawa air dari Gunung Mampok nyaris menimbun salah satu rumah di Desa Mampok yang berada di tepi jalan aspal.

"Ini belum pernah terjadi di Letung," ujar Zuhaimi di Tanjungpinang, Sabtu (13/1).

Alumni Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang itu mengemukakan lumpur setinggi lutut orang dewasa itu sudah memutus jalan aspal. Akibatnya aktivitas warga menjadi terganggu.

"Tiga hari lalu, lumpur yang dibawa air ke lereng gunung tidak sampai ke jalan, belum masuk desa. Sehari yang lalu, lumpur itu sudah masuk desa," ujarnya.

Pemerintah maupun warga khawatir hujan yang melanda Letung sejak tiga hari lalu berdampak buruk pada desanya. Karena itu, sejak kemarin warga dievakuasi di tempat yang aman.

"Ada yang numpang di rumah saudaranya untuk sementara waktu," ucapnya.

Hari ini, kata dia cuaca di Letung mulai bagus. Matahari sudah mulai terbit. "Tidak ada hujan sejak tadi pagi," katanya.

Petugas dan warga sejak tadi pagi mulai membersihkan material yang menghalangi jalan. Mereka juga membersihkan material yang berada di pedesaan.

"Mudah-mudahan musibah ini tidak terulang lagi," katanya.

Zuhaimi mengatakan Gunung Mambok masih dalam kondisi baik. Pohon tidak mampu menahan tanah yang dibawa arus air hujan dari Gunung Mambok.

"Tidak ada kerusakan hutan," katanya.

Sejumlah warga menginformasikan peristiwa erosi permukaan Gunung Mampok itu di sosial media. Selain erosi permukaan Gunung Mampok di Letung, warga juga menginformasi banjir setinggi sekitar satu meter mengancam di salah satu kawasan di Jemaja, Kepulauan Anambas.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES