Ahad , 14 January 2018, 16:06 WIB

Jembatan Sembada Handayani, Aset Strategis Pariwisata Sleman

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Hazliansyah
Republika/Wahyu Suryana
Bupati Sleman, Sri Purnomo
Bupati Sleman, Sri Purnomo

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Jembatan Sembada Handayani belum lama ini diresmikan. Jembatan yang ada tepat di perbatasan Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan dengan Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk ini, dinilai sebagai aset besar pariwisata di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan, dengan dibangunannya Jembatan Sembada Handayani, akan memecahkan kebuntuan antara Prambanan Sleman dan Ngoro-oro Gunungkidul. Karenanya, ia merasa keberadaan jembatan itu sangat penting, terutama dalam aspek pariwisata.

"Jembatan tersebut merupakan aset strategis untuk menghidupkan pariwisata di kedua daerah," kata Sri, Sabtu (13/1).

Selain itu, lanjut Sri, tentu Jembatan Sembada Handayani diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Maka itu, potensi mempermudah akses kunjungan kedua daerah harus bisa dimanfaatkan dengan baik masyarakat dua kabuapten yang ada di sekitar.

Jembatan Sembada Handayani dibangun dengan biaya Rp 61 miliar, dengan panjang 90 meter, lebar tujuh meter, dan panjang jalan efektif tiga kilometer. Terbagi satu kilometer arah Sleman dan dua kilometer arah Gunungkidul. Jembatan dibangun selama 285 hari.

Peresmiannya dilakukan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang secara simbolis melakukan pengguntingan bundal. Peresmian dihadiri pula Bupati Sleman Sri Purnomo dan Bupati Gunungkidul Badingan.

Peresmian jembatan ini membuka akses perbatasan antara Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul. Dalam peresmian, Gubernur DIY berharap, terbukanya akses jalan dapat meningkatkan aksebilitas dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi area yang dilalui.

"Diharapkan dapat pula mengurangi kemacetan Yogyakarta, Piyungan, Patuk, Wonosari dengan harapan dapat mengurangi waktu tempuh dari Yogyakarta ke Wonosari," ujar Sultan.

Peresmian sendiri ditutup tinjauan langsung potensi-potensi wisata yang ada di Kabupaten Sleman dan dilewati jalur Jembatan Sembada Handayani yang menuju Piyungan. Mulai dari Candi Ijo, Bukit Breksi dan banyak lagi tempat-tempat wisata lain.