Ahad , 14 Januari 2018, 17:25 WIB

Harga Cabai Melambung di Pasar Tradisional Lampung

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Yudha Manggala P Putra
Antara/Oky Lukmansyah
Seorang pedagang menata dagangan cabainya. (ilustrasi)
Seorang pedagang menata dagangan cabainya. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDAR LAMPUNG -- Setelah beras, giliran harga cabai merah dan cabai rawit melambung di pasar tradisional Kota Bandar Lampung, Ahad (14/1). Harga cabai merah dijual pedagang mencapai Rp 40 ribu per kg, sedangkan cabai rawit Rp 60 ribu per kg.

Pengamatan di Pasar Pasir Gintung dan Pasar Tugu, penjual sayur mayur mulai menaikkan harga cabai merah dan cabai rawit dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan harga dikarenakan pasokan cabai berkurang dari agen karena beberapa tempat mengalami gagal panen.

Harga cabai merah dipatok Rp 40 ribu per kg, sebelumnya berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kg. Sedangkan harga cabai rawit sebelumnya Rp 40 ribu terus bergerak naik mencapai Rp 60 ribu per kg dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Minto, pedagang sayur mayur di Pasar Pasir Gintung, sebenarnya harga cabai merah telah lama naik pada akhir tahun 2017. Memasuki tahun baru sampai pertengahan Januari, ia mengemukakan pasokan mulai berkurang harga terus naik. "Pasokan berkurang karena banyak yang gagal panen cabai," katanya.

Sedangkan Farmin, pedagang di Pasar Tugu, mengaku telah menaikkan harga cabai baik merah dan rawit sejak pekan lalu. Harga cabai merah ia jual Rp 40 ribu per kg, sedangkan cabai rawit mencapai Rp 60 ribu per kg. "Harga cabai naik terus sejak awal tahun lalu," ungkapnya.

Sedangkan harga bawang merah dan putih masih stabil. "Bawang merah dan putih dipasok dari Jawa. Kalau harga bawang merah dan putih masih normal,karena pasokan lancar," ujarnya.