Ahad , 14 January 2018, 17:11 WIB

Gerbang Tani: Beras Impor Jangan Sampai Masuk NTB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Hazliansyah
Foto : MgRol_94
Ilustrasi Impor Beras
Ilustrasi Impor Beras

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Ketua Gerakan Kebangkitan Petani (Gerbang Tani) NTB Viken Madrid mendukung sikap Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) yang mengkritisi keputusan pemerintah pusat melakukan impor beras. Ia tidak ingin keputusan impor beras justru merugikan petani di NTB.

"Kita dukung pernyataan Pak Gubernur (NTB), kita ikut mendukung dan memproteksi para petani," ujar Viken di Mataram, NTB, Ahad (14/1).

Viken menilai, kebijakan pemerintah melakukan impor beras seakan memukul rata seluruh wilayah di Indonesia. Padahal, lanjut Viken, ada juga wilayah-wilayah yang memiliki ketersediaan beras yang cukup seperti di NTB.

"Setiap daerah kan beda-beda, tidak sama dan jangan disamakan," lanjut Viken.

Terlebih, pada Februari nanti diperkirakan para petani akan melakukan panen. Viken tidak ingin keputusan impor beras justru akan merugikan para petani di NTB.

"Beras impor jangan sampai masuk di NTB. Kan kasihan orang (petani) mau masa panen eh kok malah impor," ucap Viken.

Para petani, lanjut Viken, telah menyampaikan keluhannya dan menolak keputusan impor beras karena dinilai sangat merugikan.

"Teman-teman petani, mereka tidak ingin ada impor beras, ini sangat merugikan mereka. (Pemerintah) berpikir ulang lah, jangan asal impor doang. Kita dari awal sudah menolak," kata Viken menambahkan.