Ahad , 14 January 2018, 20:09 WIB

Satgas Selidiki Naiknya Harga Daging Ayam di Cianjur

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/ Wihdan
Ilustrasi.
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Kenaikan harga daging ayam di Kabupaen Cianjur, Jawa Barat tengah menjadi perhatian aparat kepolisian. Pasalnya, kenaikan harga ini berdampak pada mogoknya para pedagang daging ayam berjualan sejak Sabtu (13/1). 

"Kami menerjunkan satuan tugas (Satgas) Pangan untuk menyelidiki penyebab naiknya harga daging ayam," terang Kapolres Cianjur AKBP Soliyah kepada wartawan, Ahad (14/1).

Pada Sabtu lalu ia sempat meninjau langsung ketersediaan bahan pokok di Pasar Muka Cianjur. Menurut Soliyah, bila nantinya terjadi hal yang melanggar ketentuan maka petugas akan menindak secara tegas. Terutama kata dia pihak-pihak yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga.

Soliyah menerangkan, tindakan tegas dilakukan khususnya bila ada permainan harga daging yang merugikan masyarakat. Di sisi lain kata dia Pemkab Cianjur diharapkan segera terjun ke lapangan menyelidiki kenaikan harga hingga ke tingkat peternak.

Sejumlah upaya ini lanjut Soliyah ditargetkan mampu menekan kenaikan harga daging ayam di pasar. Ia juga meminta para pedagang daging ayam agar tidak terlalu lama menggelar aksi mogok berjualan.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, Himam Haris, mengatakan pemkab akan mengundang seluruh pengusaha ternak ayam dan broker di Cianjur. Upaya ini untuk melakukan klarifikasi terkait masalah yang terjadi, imbuh dia.

Himam menerangkan, diduga melambungnya harga daging ayam potong di Cianjur akibat ulah broker. Meskipun demikia kata dia penyebab pastinya masih ditelusuri lebih lanjut.

Menurut Himam, kebutuhan daging ayam di Cianjur per bulanya mencapai 500 ton. Jumlah tersebut untuk memenuhi kebutuhan 400.000 kepala keluarga (KK).